Kabar mengejutkan datang dari industri teknologi global. Produsen perangkat elektronik asal Taiwan, Asus, disebut tidak akan meluncurkan ponsel baru sepanjang tahun 2026 ini. Informasi tersebut berdasarkan laporan terbaru yang mengutip sumber internal perusahaan, memicu kekecewaan di kalangan penggemar setia.
Keputusan ini tentu menjadi sorotan, terutama bagi mereka yang menantikan kehadiran penerus lini Zenfone maupun ROG Phone. Sebagai informasi, perangkat pintar terakhir Asus adalah Zenfone 12 Ultra yang diluncurkan pada Februari tahun lalu. Sejak saat itu, belum ada tanda-tanda kehadiran Zenfone 13 Ultra atau seri terbaru dari lini ponsel gaming ROG Phone, padahal Asus biasanya cukup konsisten merilis generasi baru setiap tahun.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Menurut laporan tersebut, keputusan untuk menghentikan sementara peluncuran produk baru ini disebut langsung berasal dari pihak internal Asus. Meski demikian, Mureks mencatat bahwa perusahaan memastikan layanan purna jual tetap berjalan normal. Artinya, pengguna Asus tidak perlu khawatir karena dukungan pemeliharaan perangkat, pembaruan perangkat lunak, hingga layanan garansi untuk ponsel yang sudah beredar tetap diberikan seperti biasa.
Alasan di Balik Penghentian Sementara
Hingga kini, alasan resmi Asus menghentikan sementara peluncuran smartphone belum diungkap secara detail ke publik. Namun, banyak pengamat industri menilai keputusan ini berkaitan erat dengan performa penjualan ponsel Asus yang belakangan dinilai kurang memuaskan di pasar global.
Dalam beberapa tahun terakhir, persaingan pasar smartphone memang semakin ketat. Brand besar seperti Samsung, Apple, hingga produsen asal China terus mendominasi pasar global dengan inovasi agresif dan harga yang kompetitif. Di sisi lain, ponsel Asus, baik Zenfone maupun ROG Phone, cenderung menyasar segmen tertentu, sehingga jangkauan pasarnya lebih terbatas.
Berbeda dengan bisnis ponsel, Asus justru memiliki posisi yang sangat kuat di pasar komputer dan laptop. Perusahaan ini dikenal luas lewat lini produk seperti laptop gaming ROG, TUF Gaming, hingga laptop produktivitas Zenbook dan Vivobook. Pangsa pasar Asus di sektor komputer disebut jauh lebih besar dan stabil dibandingkan bisnis smartphone-nya.
Oleh karena itu, tidak sedikit yang menduga Asus memilih mengalihkan fokus dan investasi ke bisnis komputer, yang dinilai lebih menjanjikan secara finansial. Strategi ini dianggap lebih aman di tengah kondisi pasar global yang penuh tantangan. Meski kabar ini mengecewakan sebagian pengguna setia, keputusan Asus bisa jadi bersifat sementara. Tidak menutup kemungkinan perusahaan akan kembali meramaikan pasar smartphone di masa depan dengan pendekatan atau strategi baru.






