WASHINGTON – Seorang astronot Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dijadwalkan kembali ke Bumi dalam beberapa hari ke depan. Keputusan ini diambil setelah astronot tersebut mengalami masalah kesehatan, menandai evakuasi medis terkontrol pertama dalam sejarah laboratorium orbital tersebut.
Pengumuman dari badan antariksa AS pada Kamis (8/1) menyebutkan bahwa awak yang tidak disebutkan namanya itu berada dalam kondisi stabil. Para pejabat NASA menegaskan bahwa masalah kesehatan tersebut bukan akibat dari cedera di dalam pesawat atau dari operasi ISS.
Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Alasan Penarikan dan Kondisi Astronot
Kepala petugas medis NASA, James Polk, menjelaskan bahwa keputusan untuk menarik pulang astronot lebih awal didasari oleh “risiko yang masih ada” dan “pertanyaan yang masih ada mengenai diagnosis tersebut”. Meski demikian, para pejabat menegaskan bahwa ini bukan merupakan evakuasi darurat.
Mureks mencatat bahwa evakuasi medis terkontrol ini merupakan preseden baru. Amit Kshatriya, seorang administrator asosiasi NASA, menyatakan, “Ini adalah pertama kalinya kami melakukan evakuasi medis terkontrol dari wahana tersebut. Jadi itu tidak biasa.” Ia menambahkan bahwa kru telah menerapkan “pelatihan onboarding” mereka untuk “mengelola situasi medis yang tidak terduga.”
“Kemarin adalah contoh sempurna dari pelatihan tersebut. Setelah situasi di stasiun stabil, pertimbangan yang cermat membawa kami pada keputusan untuk mengembalikan Kru 11… sambil memastikan dampak operasional minimal terhadap pekerjaan yang sedang berlangsung di atas kapal,” tambah Kshatriya.
Detail Misi dan Awak yang Kembali
Keempat astronot yang tergabung dalam misi NASA-SpaceX Crew 11 akan kembali ke salah satu lokasi pendaratan rutin dalam beberapa hari mendatang. Mereka adalah Mike Fincke dan Zena Cardman dari Amerika Serikat, Kimiya Yui dari Jepang, serta Oleg Platonov dari Rusia.
Para astronot ini telah menjalankan misi mereka sejak 1 Agustus. Umumnya, perjalanan di ISS berlangsung sekitar enam bulan, dan kru ini memang dijadwalkan untuk kembali dalam beberapa minggu mendatang. Namun, kondisi medis ini mempercepat jadwal kepulangan mereka.
NASA mengindikasikan adanya kemungkinan misi AS berikutnya ke ISS dapat berangkat lebih awal dari jadwal semula, meskipun rincian spesifik belum diberikan. Sementara itu, Chris Williams, yang diluncurkan dalam misi Rusia ke stasiun tersebut, akan tetap berada di ISS untuk mempertahankan kehadiran AS. Ia ditemani oleh warga Rusia Sergey Kud-Sverchkov dan Sergei Mikaev.
Sebelumnya, NASA juga telah menunda perjalanan luar angkasa yang direncanakan pada hari Kamis karena masalah medis ini. Astronot Fincke dan Cardman seharusnya melakukan perjalanan luar angkasa selama kurang lebih 6,5 jam untuk melakukan pekerjaan peningkatan daya.






