Internasional

AS Kerahkan Armada Militer Besar-besaran ke Eropa: Spekulasi Operasi Khusus di Tengah Isu Greenland

Amerika Serikat (AS) terpantau mengerahkan sejumlah besar pesawat militer ke kawasan Eropa dalam beberapa waktu terakhir. Peningkatan aktivitas ini terjadi menyusul serangan terhadap Venezuela yang sempat menggemparkan dunia, sekaligus di tengah kekhawatiran baru terkait ambisi Presiden Donald Trump untuk menguasai Greenland.

Pengerahan mendadak ini memicu spekulasi luas mengenai potensi operasi khusus AS di kawasan tersebut di masa depan. Ambisi Trump terhadap Greenland sendiri telah menuai kritikan dari negara-negara Eropa dan sekutu NATO.

Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Detail Pengerahan Pesawat Militer

Laporan dari situs berita pertahanan The War Zone, yang dikutip oleh The Independent dan Global Times pada Jumat (9/1/2026), mengungkapkan bahwa peningkatan mendadak ini mencakup berbagai jenis pesawat. Di antaranya adalah jet kargo C-17 Globemaster, pesawat tempur AC-130J Ghostrider, serta sebuah pesawat turboprop operasi khusus yang masih misterius.

Disebutkan bahwa C-17 Globemaster kemungkinan besar membawa helikopter, yang diyakini berasal dari markas Resimen Penerbangan Operasi Khusus ke-160 (SOAR).

Menurut pantauan Mureks, pengerahan pesawat-pesawat ini semakin mengarah pada dukungan operasi di masa depan untuk menaiki kapal tanker minyak berbendera Rusia, Marinera. Kapal tersebut baru-baru ini disita oleh AS di perairan Atlantik Utara setelah dikejar dari lepas pantai Venezuela. Marinera dituduh telah melanggar sanksi yang diberlakukan oleh AS.

Dukungan Inggris dan Keterlibatan Pasukan Khusus

Mengutip data pelacakan penerbangan, UK Defence Journal melaporkan adanya peningkatan signifikan dalam aktivitas udara militer AS sejak Sabtu (3/1/2026). Beberapa pesawat angkut C-17 Globemaster III dilaporkan tiba di pangkalan udara Inggris, RAF Fairford, sementara dua pesawat tempur AC-130 mendarat di RAF Mildenhall.

UK Defence Journal juga menyebut bahwa pergerakan udara militer AS ke Inggris ini mengindikasikan pengerahan kembali pasukan khusus Amerika ke Eropa. Hal ini terjadi setelah peningkatan aktivitas operasional terkait peristiwa di Venezuela, yang melibatkan penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

Kementerian Pertahanan Inggris mengonfirmasi kepada The Independent bahwa mereka telah memberikan “dukungan operasional yang telah direncanakan sebelumnya, termasuk penempatan, kepada aset-aset militer AS” menjelang penyitaan kapal tanker Marinera pada Rabu (7/1/2026). Pesawat-pesawat tersebut tiba di pangkalan udara Inggris di Suffolk dan Gloucestershire, yang dioperasikan bersama oleh AS dan Inggris. Namun, belum jelas apakah pesawat-pesawat ini secara langsung digunakan dalam operasi penyitaan kapal tanker minyak tersebut.

Spekulasi dan Pernyataan Mantan Perwira

Meskipun alasan pasti pengerahan pesawat militer AS ini belum diketahui secara jelas, peningkatan mendadak ini bertepatan dengan kekhawatiran atas keinginan Presiden Trump untuk merebut Greenland dari Denmark.

Mantan perwira Angkatan Darat Inggris, Ed McGuinness, turut menyuarakan pandangannya melalui unggahan di media sosial X. “Banyak pesawat Operasi Khusus AS telah transit di Inggris dalam beberapa hari terakhir, dalam perjalanan ke Eropa, termasuk laporan tentang pesawat yang berasal dari Resimen Udara Operasi Khusus ke-160 alias ‘Nightstalkers’ yang mendukung serangan terhadap Maduro di Venezuela… Kemungkinan aksi lainnya di Eropa?” tulis McGuinness.

Mureks