Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menyatakan pada Minggu, 4 Januari 2026, bahwa administrasi Trump mengharapkan minat yang kuat dari perusahaan-perusahaan energi Barat untuk kembali beroperasi di Venezuela. Pernyataan ini disampaikan di tengah spekulasi mengenai masa depan industri minyak di negara Amerika Selatan tersebut.
Rubio juga secara tegas menolak kemungkinan pengerahan pasukan militer AS untuk melindungi infrastruktur minyak di Venezuela. Menurut Mureks, penegasan ini menggarisbawahi pendekatan non-militer AS dalam isu-isu energi dan keamanan di kawasan tersebut, meskipun ada potensi keterlibatan perusahaan swasta.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id






