Kabar mengejutkan datang dari aktris Andhara Early yang mengumumkan perceraiannya dengan Bugi Ramadhana di awal tahun 2026. Pernikahan yang telah terjalin sejak tahun 2011 itu kini resmi berakhir setelah keduanya sepakat untuk berpisah.
Pengumuman tersebut disampaikan Andhara langsung melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, memicu berbagai spekulasi di kalangan warganet. Salah satu sorotan utama netizen adalah dugaan bahwa faktor ekonomi menjadi penyebab kandasnya rumah tangga mereka.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Andhara Early Klarifikasi Isu Ekonomi
Menanggapi isu tersebut, Andhara Early memberikan penjelasan saat ditemui di Studio Rumpi No Secret Trans TV, Jakarta Selatan, pada Senin, 5 Desember 2025. Ia menegaskan bahwa persoalan ekonomi adalah hal yang lumrah dalam setiap pernikahan.
“Kalau perkara ekonomi ya itu balik lagi ya, karena semua rumah tangga pasti ada ngalamin yang namanya (masalah) ekonomi,” ujar Andhara Early, mempertahankan keaslian pernyataannya.
Ia melanjutkan, permasalahan ekonomi tidak mengenal status sosial. “Mau sekaya apa pun gitu, dia pasti ada juga fase permasalahan ekonomi. Orang kaya pasti ada utang juga gitu kan,” tambahnya, memberikan perspektif yang lebih luas.
Lebih lanjut, Andhara menegaskan bahwa ekonomi bukanlah pemicu utama perceraiannya. Namun, ia tidak menampik adanya dampak yang ditimbulkan dari aspek tersebut.
“Jadi mau dibilang ada pemicunya gak, mungkin aku bisa bilang gak. Tapi efek yang ditimbulkan, impact-nya ada ke arah sana,” jelas ibu dua anak ini.
Alasan di Balik Keputusan Berpisah
Presenter, model, sekaligus pemain film ini juga mengungkapkan alasan mendalam di balik keputusannya untuk mengakhiri rumah tangga. Menurutnya, memaksakan pernikahan yang tidak sehat justru akan menghilangkan ketenangan.
“Gak mencapai sakinah mawaddah warahmah yang diharapkan. Daripada dilanjutkan tapi ketenangannya itu gak ada, ya ngapain berumah tangga,” lanjut Andhara, menekankan pentingnya kedamaian dalam berumah tangga.
Mureks mencatat bahwa keputusan ini diambil demi kebaikan bersama, memastikan setiap pihak dapat menemukan ketenangan pasca-perpisahan.
Kesepakatan Pasca-Perceraian: Hak Asuh dan Nafkah
Terkait putusan perceraian, Andhara menyebutkan bahwa tidak ada pembagian harta gana-gini. Namun, untuk hak asuh anak, diputuskan berada di tangannya mengingat anak-anak mereka masih di bawah umur.
Ia juga memastikan bahwa mantan suaminya akan tetap memberikan nafkah sesuai kesepakatan bersama. Meskipun demikian, Andhara tidak merinci besaran nafkah yang disepakati.
“Ada. Pokoknya yang penting nafkah ada dan kita sudah kesepakatan saja sesuai dengan yang disanggupi,” katanya.
Saat disinggung mengenai perannya dalam membantu perekonomian keluarga, terutama ketika sang mantan suami sempat keluar dari pekerjaan dan membuka usaha, Andhara menganggap hal tersebut sebagai bagian alami dari kehidupan berumah tangga.
“Ya namanya juga rumah tangga kan. Rumah tangga kan kita pasti saling membantulah satu sama lain,” pungkasnya, menunjukkan sikap saling mendukung dalam pernikahan.






