JAKARTA – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan komitmen lembaganya dalam menjaga stabilitas pangan nasional, khususnya menjelang tahun 2026. Menurut Rizal, upaya ini bukan sekadar memastikan ketersediaan stok, melainkan juga merapikan dan menjaga keberlanjutan seluruh rantai pasok pangan.
Penguatan cadangan pangan menjadi fondasi utama Bulog untuk menghadapi dinamika cuaca dan pasar yang mungkin terjadi di tahun 2026. Di sektor hulu, Bulog secara agresif mendorong penyerapan gabah dari petani. Langkah ini bertujuan agar produksi dalam negeri terserap optimal, sekaligus memberikan kepastian harga yang menguntungkan bagi petani.
Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Menurut Mureks, langkah penyerapan gabah ini krusial untuk menjaga semangat tanam petani dan mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor pangan. Sementara itu, di sektor hilir, Bulog terus memperbaiki sistem distribusi agar pasokan pangan dapat menjangkau seluruh daerah secara merata dan tepat waktu.
Ahmad Rizal juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan. “Stabilitas pangan tidak bisa dikerjakan sendirian, melainkan perlu kolaborasi berkelanjutan antara pusat dan daerah, dari kebijakan produksi hingga distribusi,” ujarnya.
Komitmen penguatan stabilitas pangan nasional ini ditegaskan Rizal dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (1/1). Penegasan tersebut disampaikan beriringan dengan pelaksanaan doa bersama menyambut Tahun Baru 2026 yang digelar Bulog di Masjid Al-Balag Kompleks Perumahan Bulog Pos Pengumben Jakarta, pada Rabu (31/12).
Rizal mengakui bahwa tahun 2025 merupakan periode penuh tantangan bagi Bulog dalam menjalankan penugasan strategis pemerintah di sektor pangan. Namun, ia menegaskan bahwa semangat kebersamaan insan BUMN pangan menjadi kunci utama dalam menjawab berbagai tantangan tersebut.
“Bulog hadir di setiap titik perjuangan melakukan jemput gabah bersama petani dan memastikan stabilisasi harga,” kata Rizal, menggarisbawahi peran aktif Bulog di lapangan.
Mureks mencatat bahwa sepanjang tahun 2025, Bulog aktif memastikan penyerapan hasil panen petani, menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat, serta melakukan monitoring distribusi untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga. Selain itu, Bulog juga terlibat dalam penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana serta menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran berbagai kebijakan strategis negara di bidang pangan.
Dengan pendekatan holistik ini, Bulog berharap ketahanan pangan nasional dapat memasuki tahun 2026 dengan kondisi yang lebih kuat dan adaptif.






