PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk mendukung pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Salah satu fokus utama adalah percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang terdampak.
Komitmen ini ditinjau langsung oleh Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, melalui kunjungan lapangan ke lokasi pembangunan huntara pada Senin (29/12/2025). Kunjungan tersebut bertujuan memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana agar hunian dapat segera dimanfaatkan warga.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Sinergi Lintas Sektor untuk Pemulihan
Pembangunan huntara di Aceh Tamiang merupakan inisiasi Danantara yang dijalankan melalui kolaborasi strategis antara Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), PTPN, serta BUMN Karya. Mureks mencatat bahwa sinergi ini dirancang sebagai upaya terpadu untuk membantu masyarakat memperoleh tempat tinggal sementara selama masa pemulihan pascabencana. Sebanyak tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya akan membangun total 600 hunian sementara di wilayah tersebut.
Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Moeharmein Zein Chaniago, menyampaikan komitmen perusahaan untuk menyelesaikan pembangunan hunian sementara sesuai kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir. Pernyataan ini disampaikan Moeharmein dalam siaran pers, Kamis (1/12/2025).
“Progres pembangunan huntara terus kami dorong agar dapat segera ditempati, dengan memastikan hunian yang dibangun layak, aman, dan nyaman. Kami berkomitmen menyelesaikan pekerjaan ini secara tepat waktu dengan tetap mengutamakan keselamatan, kualitas, serta fungsi hunian sebagai tempat tinggal sementara yang memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ujar Moeharmein.
Fasilitas Pendukung dan Pemulihan Lainnya
Dalam pelaksanaannya, pembangunan huntara tidak hanya menitikberatkan pada kecepatan konstruksi, tetapi juga kualitas lingkungan hunian. Kawasan huntara dirancang secara fungsional dan dilengkapi fasilitas pendukung kehidupan masyarakat, mulai dari fasilitas umum, tempat ibadah, hingga ruang bermain anak. Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung pemulihan sosial warga agar dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik. Pembangunan hunian sementara ini akan menempati tujuh blok untuk dihuni 336 orang pada Januari 2026.
Selain pembangunan hunian sementara, Adhi Karya juga terlibat dalam sejumlah kegiatan pemulihan pascabanjir di Aceh. Perseroan telah menyelesaikan pembangunan jembatan darurat Krueng Tingkeum yang kini telah beroperasi dan dapat dilalui masyarakat. Adhi Karya juga menangani berbagai pekerjaan tanggap darurat lainnya, seperti:
- Pengelolaan sampah dan sanitasi
- Rehabilitasi instalasi pengelolaan air
- Pembersihan lumpur sisa banjir
Seluruh upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari pemulihan aktivitas sosial, lingkungan, dan ekonomi masyarakat terdampak banjir di Aceh Tamiang.






