Nasional

40 Hari Tanpa Air Bersih, Dompet Dhuafa Hadirkan Sumur Bor untuk Penyintas Banjir Aceh Tamiang

ACEH TAMIANG – Ratusan penyintas bencana ekologis di Dusun Serba, Desa Serba Luar, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, masih menghadapi kesulitan serius dalam mengakses air bersih. Kondisi ini telah berlangsung selama 40 hari pascabencana banjir yang melanda wilayah tersebut.

Sejak bencana, warga terpaksa mengandalkan air kubangan banjir atau parit-parit yang menggenang untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan, sebagian penyintas harus menempuh perjalanan kaki sekitar 20 menit menuju area kebun demi mendapatkan air untuk bertahan hidup. Situasi ini dialami hampir seluruh warga yang kini menempati posko pengungsian sementara.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id

Dompet Dhuafa Hadirkan Solusi Sumur Bor

Untuk mengatasi krisis air bersih yang mendesak ini, Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa mengambil langkah cepat. Pada Rabu, 7 Januari 2026, DMC Dompet Dhuafa mengaktivasi sumur bor di sekitar pos pengungsian Dusun Serba, Desa Serba Luar.

Aktivasi sumur bor ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Dompet Dhuafa dan Unit Pengelola Zakat dan Dana Kebajikan (UPZDK) Permata Bank Syariah. Menurut pantauan Mureks, air bersih dari sumur bor ini diperkirakan dapat menjangkau sekitar 650 jiwa penerima manfaat di sekitar posko pengungsian Desa Serba Luar.

Keberadaan sumur bor ini menjadi solusi vital di tengah krisis air bersih yang berkepanjangan. Kini, warga dapat mengakses air bersih dengan jarak yang jauh lebih dekat dari tempat tinggal sementara mereka.

Kesaksian Penyintas: Dari Hutan ke Posko

Nia (27), salah seorang penyintas banjir, menceritakan pengalamannya yang harus berjalan kaki menyusuri wilayah kebun untuk memperoleh air guna kebutuhan konsumsi, mencuci pakaian, dan mandi.

“kami perlu jalan kaki selama 20 menit ke tengah hutan. kadang kami mandi dan cuci-cuci di sungai bawah jembatan dekat posko. Disana air masih kotor tapi kami tidak punya pilihan lain,” ujar Nia, menggambarkan kondisi sulit yang mereka alami.

Namun, Nia kini bisa bernapas lega. “Alhamdulillah semenjak ada sumur bor kami tidak perlu berjalan jauh ke tengah hutan. Disekitar posko kami sudah dapat air bersih. Disana kami mencuci pakaian, menampung air untuk minum, masak, dan berwudu,” tambahnya dengan nada syukur.

Rencana Pembangunan Fasilitas MCK

Penanggung jawab Respons (DMC) Dompet Dhuafa untuk Aceh Tamiang, Ahmad Yamin, menjelaskan bahwa pihaknya tidak berhenti sampai di situ. Mereka merencanakan pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) guna memaksimalkan pemanfaatan air bersih tersebut.

“Untuk memaksimalkan pemanfaatan air bersih di Dusun Serba, kami akan membangun fasilitas MCK. Saat ini warga Masih harus ke sungai untuk keperluan buang air,” terang Ahmad Yamin.

Yamin menegaskan, “kehadiran fasilitas MCK akan sangat membantu para penyintas dalam memenuhi dalam kebutuhan sanitasi harian di sekitar posko pengungsian. Upaya penyediaan air bersih Dan Bantuan kemanusiaan ini diharapkan dapat membantu para penyintas banjir Aceh Tamiang menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih layak Selama masa pemulihan.”

Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para penyintas dan mempercepat proses pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang.

Mureks