Satuan Tugas Pemulihan Bencana Dewan Perwakilan Rakyat (Satgas Galapana) DPR RI menyoroti empat permasalahan krusial yang masih menghambat upaya pemulihan pascabencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera. Ketua Posko Satgas Galapana, TA Khalid, mengungkapkan poin-poin tersebut dalam Rapat Koordinasi Satgas Penanggulangan Pascabencana DPR RI dengan Pemerintah di Aceh, Sabtu (10/1/2026).
Khalid menegaskan, normalisasi sungai menjadi masalah utama yang memerlukan penanganan segera. “Bahwa perlu diselesaikan segera menyangkut sungai. Kenapa? Sungai-sungai mana? Sungai-sungai yang berefek pada banjir susulan,” ujar Khalid. Menurut pantauan Mureks, kondisi sungai yang dipenuhi material sisa banjir dan kayu menjadi pemicu utama terjadinya banjir berulang. Khalid menambahkan, “Karena masih ada kayu dan lain sebagainya, begitu hujan satu jam, banjir. Nah, sungai ini dulu yang kita kejar.”
Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id
Masalah kedua yang menjadi fokus Satgas Galapana adalah pemulihan akses jalan. Saat ini, upaya difokuskan untuk membuka kembali jalur-jalur yang terputus dan mengisolasi sejumlah daerah terdampak bencana.
Selanjutnya, penyediaan hunian sementara (huntara) juga menjadi prioritas. Satgas Galapana menargetkan pembangunan sebanyak 15 ribu unit huntara untuk warga terdampak. Khalid menjelaskan tantangan dalam distribusi material. “Kemudian ada permasalahan di Huntara kami perlu cepat selesai, ada permasalahan pengangkutan, harus pakai darat. Kita Galapana koordinasi dengan Angkatan Udara, alhamdulillah kemarin sudah masuk via Hercules,” paparnya.
Terakhir, pembersihan lumpur di rumah-rumah warga terdampak bencana menjadi poin penting. Khalid menilai, dengan membersihkan lokasi dan rumah yang mengalami kerusakan ringan, kebutuhan akan hunian sementara dapat berkurang. “Kemudian pembersihan lokasi, pembersihan rumah masyarakat yang mereka rusak ringan. Kalau ada pembersihan mereka mungkin tidak perlu huntara,” ucapnya.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal dan Sufmi Dasco Ahmad, bersama perwakilan pemerintah dan Satgas Pemulihan Bencana di Aceh, dalam rangka mempercepat penanganan pascabencana di Sumatera.






