Xcel Energy Inc. (NASDAQ:XEL), perusahaan utilitas teregulasi terkemuka, menarik perhatian para investor dengan proyeksi pertumbuhan dividen yang kuat dan potensi apresiasi modal jangka panjang. Menurut analisis terbaru, perusahaan ini berencana mengalokasikan belanja modal hingga 60 miliar dolar AS (sekitar Rp 930 triliun dengan kurs Rp 15.500/USD) hingga tahun 2029.
Strategi Pertumbuhan Agresif Xcel Energy
Rencana belanja modal ambisius tersebut dirancang untuk mendorong pertumbuhan basis tarif tahunan sebesar 11%. Selain itu, Xcel Energy juga menargetkan pertumbuhan laba per saham (EPS) dilusian berkelanjutan antara 6% hingga 8%.
Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Tim redaksi Mureks mencatat bahwa strategi ini menempatkan Xcel Energy sebagai pilihan menarik bagi investor yang mencari stabilitas dan pertumbuhan di sektor utilitas.
Valuasi Menarik dan Potensi Keuntungan
Dari sisi valuasi, saham Xcel Energy saat ini diperdagangkan pada rasio P/E forward 17,8 kali. Angka ini berada di bawah rata-rata P/E selama 10 tahun terakhir, menunjukkan potensi valuasi yang menarik.
Analis memperkirakan nilai wajar saham XEL berada di angka 82 dolar AS per saham. Estimasi ini mengindikasikan diskon sekitar 11% dari harga perdagangan saat ini, serta potensi total pengembalian (total return) sebesar 19% hingga tahun 2026.
Mewaspadai Risiko Investasi
Meskipun memiliki prospek cerah, investasi di Xcel Energy tidak lepas dari risiko. Salah satu risiko utama adalah konsentrasi basis tarif perusahaan di negara bagian Colorado dan Minnesota.
Selain itu, potensi kewajiban hukum terkait kebakaran hutan di New Mexico dan Texas juga menjadi perhatian. Risiko-risiko ini perlu dicermati investor untuk membuat keputusan yang terinformasi.
Analisis ini disusun oleh Treading Softly, seorang analis utama untuk Dividend Kings, yang memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di sektor keuangan. Ia dikenal fokus pada peluang dividen berkualitas tinggi dan saham yang undervalued.






