Internasional

Waspada! Gejolak Ekonomi Global 2025 Diprediksi Berlanjut ke 2026, Ini Sederet Ancaman Utamanya

Jumat, 02 Januari 2026 – Proyeksi ekonomi global untuk tahun 2026 menunjukkan bahwa sejumlah sentimen krusial yang mewarnai tahun 2025 masih akan terus membayangi. Ketidakpastian ini berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi dunia dan menciptakan volatilitas di berbagai sektor.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan konflik Rusia-Ukraina, misalnya, diprediksi tetap memanas. Bersamaan dengan itu, ancaman perang tarif dagang yang sempat dipicu oleh kebijakan Presiden Donald Trump juga masih menjadi kekhawatiran utama yang dapat mengganggu rantai pasok energi global.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id

Di ranah kebijakan moneter, arah suku bunga bank sentral utama dunia akan terus menjadi sorotan. Perlambatan ekonomi global yang berimbas ke pasar keuangan diperkirakan akan memicu volatilitas nilai tukar mata uang serta harga komoditas penting seperti emas dan batu bara.

Sektor teknologi juga tidak luput dari dinamika global. Perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI), pembangunan infrastruktur digital, hingga perebutan pasokan semikonduktor global akan memengaruhi arah investasi dan pergerakan pasar aset kripto secara signifikan. Mureks mencatat bahwa inovasi di bidang ini akan menjadi pendorong sekaligus penentu tren ekonomi ke depan.

Tidak kalah penting, perubahan iklim terus memberikan dampak nyata. Gangguan produksi di sektor pangan akibat cuaca ekstrem dan peningkatan frekuensi bencana hidrometeorologi akan turut membebani perekonomian dunia, termasuk Indonesia.

Melihat potensi berlanjutnya sentimen-sentimen negatif ini, pemerintah Indonesia diharapkan dapat merumuskan strategi antisipasi yang matang. Dialog mendalam mengenai dampak dan langkah mitigasi telah dibahas dalam program Closing Bell CNBC Indonesia, menghadirkan Managing Editor CNBC Indonesia, Sefti Oktarianisa, dan Demis Gosta.

Mureks