Tren

Waspada! Ban Kendaraan Punya Batas Usia, Ini Ciri-ciri Kedaluwarsa yang Ancam Keselamatan

Banyak pemilik kendaraan masih beranggapan bahwa ban hanya perlu diganti ketika kembangannya sudah menipis atau “botak”. Padahal, layaknya produk konsumsi lain, ban memiliki masa kedaluwarsa yang krusial dan berkaitan erat dengan integritas struktur karetnya. Mengabaikan usia pakai ban bukan sekadar pemborosan, melainkan juga berpotensi besar mengancam keselamatan jiwa di jalan raya.

Secara umum, pabrikan otomotif merekomendasikan penggantian ban setiap lima hingga enam tahun. Rekomendasi ini berlaku terlepas dari seberapa tebal tapak yang tersisa pada ban. Karet, sebagai bahan organik, akan mengalami proses oksidasi dan pengerasan seiring berjalannya waktu, mengurangi performa dan keamanannya.

Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Cara Mengetahui Usia Ban Melalui Kode DOT

Langkah pertama untuk mengetahui “umur” ban kendaraan Anda adalah dengan memeriksa kode DOT (Department of Transportation) yang tertera pada dinding ban. Kode ini terdiri dari empat digit angka yang sangat penting untuk diperhatikan.

  • Dua digit pertama: Menunjukkan minggu produksi ban.
  • Dua digit terakhir: Menunjukkan tahun produksi ban.

Sebagai contoh, jika kode yang tertera adalah “3025”, ini berarti ban tersebut diproduksi pada minggu ke-30 tahun 2025. Jika saat ini adalah tahun 2030, maka ban tersebut telah memasuki masa pensiun dan sebaiknya segera diganti. Dalam ringkasan Mureks, pemahaman kode DOT ini sangat vital untuk memastikan ban kendaraan Anda masih dalam kondisi prima.

Ciri-Ciri Ban yang Sudah Tidak Layak Pakai

Selain faktor usia berdasarkan kalender, kondisi fisik ban sering kali memberikan sinyal peringatan yang jelas bahwa ban sudah tidak layak pakai. Berikut adalah beberapa ciri yang perlu diwaspadai:

  • Retakan Halus (Stress Cracks): Munculnya retakan kecil pada dinding samping ban menandakan karet mulai getas akibat paparan cuaca dan suhu ekstrem.
  • Karet Mengeras: Ban yang sudah kedaluwarsa akan kehilangan elastisitasnya. Saat disentuh atau ditekan, karet terasa kaku seperti plastik, yang berdampak signifikan pada hilangnya daya cengkeram (traction) saat pengereman.
  • Benjolan (Bulging): Adanya benjolan pada permukaan atau dinding ban adalah kondisi “bom waktu”. Ini menandakan struktur kawat baja di dalam ban sudah patah atau terpisah, yang bisa menyebabkan pecah ban sewaktu-waktu.
  • Warna Pudar: Ban yang berubah warna menjadi abu-abu kusam biasanya telah mengalami degradasi kimiawi akibat paparan sinar UV yang berlebihan, mengurangi kualitas materialnya.

Tips Ampuh Memperpanjang Usia Pakai Ban

Menjaga ban tetap awet tidak hanya membantu menjaga kelestarian lingkungan dengan mengurangi limbah, tetapi juga menghemat anggaran perawatan kendaraan Anda. Tim redaksi Mureks merangkum beberapa langkah yang bisa Anda terapkan:

  • Pantau Tekanan Angin Secara Rutin: Ban yang kekurangan tekanan angin (under-inflated) akan mengalami panas berlebih dan keausan dini di sisi samping. Periksalah tekanan angin setidaknya sebulan sekali saat ban dalam kondisi dingin.
  • Hindari Guncangan Keras: Menghantam lubang jalan atau memanjat trotoar dengan kasar dapat merusak geometri roda (spooring). Hal ini memicu keausan tidak merata yang membuat ban harus diganti lebih awal.
  • Penyimpanan yang Tepat: Jika Anda menyimpan ban cadangan, pastikan diletakkan di tempat yang sejuk, kering, dan jauh dari sinar matahari langsung untuk mencegah penuaan dini pada material karet.
  • Perhatikan Beban Muatan: Mengangkut beban yang melebihi kapasitas maksimal (overload) akan menekan dinding ban secara ekstrem dan mempercepat kerusakan struktur dalamnya.
Mureks