Investor legendaris Warren Buffett resmi mengakhiri jabatannya sebagai Chief Executive Officer (CEO) Berkshire Hathaway pada Rabu, 31 Desember 2025. Keputusan ini menandai berakhirnya kiprah hampir enam dekade sang “Oracle of Omaha” dalam memimpin konglomerat investasi tersebut.
Meski demikian, Buffett yang kini berusia 95 tahun akan tetap menjabat sebagai chairman di Berkshire Hathaway. Posisi CEO secara resmi akan diemban oleh Greg Abel mulai Kamis, 1 Januari 2026, menandai era baru kepemimpinan di perusahaan raksasa tersebut.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Kinerja Saham dan Warisan Investasi
Pada hari terakhir kepemimpinan Warren Buffett, saham Berkshire Hathaway menunjukkan pelemahan. Saham Kelas A ditutup turun 600 dollar AS atau 0,1 persen menjadi 754.800 dollar AS. Sementara itu, saham Kelas B juga melemah 1,06 dollar AS atau 0,2 persen ke level 502,65 dollar AS.
Mureks mencatat bahwa investor yang beruntung memiliki saham Berkshire Hathaway sejak tahun 1965, saat Buffett mengambil alih perusahaan, telah mencatatkan keuntungan luar biasa sekitar 6.100.000 persen. Angka ini jauh melampaui kinerja indeks S&P 500 yang naik sekitar 46.000 persen, termasuk dividen, dalam periode yang sama.
Meskipun S&P 500 menunjukkan kinerja yang lebih baik sepanjang tahun 2025 dan dalam satu dekade terakhir, Berkshire Hathaway tidak pernah mencatatkan tahun dengan kinerja negatif di bawah kepemimpinan Buffett.
Transformasi Berkshire Hathaway
Tantangan utama Warren Buffett belakangan ini adalah mencari peluang akuisisi yang sepadan bagi konglomerat Berkshire yang kini bernilai sekitar 1,08 triliun dollar AS. Buffett mulai mengakumulasi saham Berkshire Hathaway pada tahun 1962, ketika perusahaan tekstil tersebut masih berjuang dan sahamnya diperdagangkan di kisaran 7,60 dollar AS per lembar.
Secara bertahap, ia mengubah Berkshire menjadi perusahaan induk terdiversifikasi. Strateginya melibatkan pemanfaatan arus kas dari bisnis asuransi untuk mendanai akuisisi dan investasi jangka panjang. Di bawah kepemimpinannya, Berkshire berkembang menjadi konglomerasi global dengan anak usaha seperti Geico, BNSF Railway, serta berbagai bisnis manufaktur dan energi.
Perusahaan ini juga memiliki merek ritel terkenal seperti Dairy Queen, Fruit of the Loom, dan See’s Candies. Hingga akhir September 2025, kas dan setara kas Berkshire tercatat sebesar 381,7 miliar dollar AS. Selain itu, Berkshire juga memiliki portofolio saham besar di perusahaan publik, termasuk Apple dan American Express, dengan nilai mencapai 283,2 miliar dollar AS per 30 September 2025.
Estafet Kepemimpinan kepada Greg Abel
Greg Abel, yang kini berusia 63 tahun, bergabung dengan Berkshire pada tahun 2000 setelah perusahaan mengakuisisi MidAmerican Energy, yang kini dikenal sebagai Berkshire Hathaway Energy. Sejak tahun 2018, Abel menjabat sebagai wakil ketua yang mengelola bisnis non-asuransi Berkshire.
Dalam struktur kepemimpinan yang baru, Abel akan melanjutkan pengawasan terhadap bisnis BNSF, manufaktur, dan energi. Sementara itu, Wakil Ketua Ajit Jain akan tetap mengawasi bisnis asuransi Berkshire sehari-hari. Adam Johnson, kepala eksekutif NetJets, akan langsung mengawasi bisnis produk konsumen, layanan, dan ritel yang sebelumnya ditangani Abel.
Hingga saat ini, Berkshire belum mengumumkan siapa yang akan mengambil alih pengelolaan portofolio ekuitasnya. Sebelumnya, Todd Combs dan Ted Weschler diperkirakan menjadi kandidat, namun Combs telah meninggalkan Berkshire bulan ini untuk bergabung dengan JPMorgan Chase. Pada Mei 2024, Buffett sendiri telah menyatakan bahwa Abel dinilai mampu menangani tugas tersebut.
Filantropi dan Gaya Hidup Sederhana
Terlepas dari kekayaannya yang melimpah, Warren Buffett dikenal dengan gaya hidup sederhana dan komitmen filantropi yang kuat. Ia telah menyumbangkan lebih dari 60 miliar dollar AS dalam dua dekade terakhir dan berkomitmen untuk menyumbangkan lebih dari 99 persen kekayaannya untuk kegiatan amal, termasuk melalui inisiatif Giving Pledge yang diluncurkannya bersama Bill Gates.






