Keuangan

Warren Buffett Mundur dari CEO Berkshire Hathaway Setelah 60 Tahun, Greg Abel Ambil Alih Kendali

Investor legendaris Warren Buffett resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Chief Executive Officer (CEO) Berkshire Hathaway pada Rabu (1/1/2026), setelah memimpin konglomerat tersebut selama enam dekade. Tongkat estafet kepemimpinan kini diserahkan kepada Greg Abel, anak didik Buffett, yang akan mulai menjabat pada Kamis (2/1/2026).

Pria berusia 95 tahun yang dikenal sebagai ‘Oracle of Omaha’ ini telah memegang banyak peran sepanjang kariernya. Selain ahli memilih saham, ia juga dikenal sebagai juru bicara yang ramah, penggemar Coca-Cola dan Dairy Queen, serta seorang guru bagi banyak pemimpin bisnis.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

CEO Eli Lily, David Ricks, menuturkan, “kombinasi kesuksesan dan kebijaksanaan Buffett telah menjadikannya sebagai salah satu investor paling terkenal di dunia.”

Melalui surat-surat investornya yang penuh nasihat, pertemuan tahunan yang berjam-jam, serta pilihan-pilihannya dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi, Buffett telah menginspirasi para CEO dan eksekutif global tentang cara menjalankan bisnis dan, dalam banyak kasus, kehidupan mereka.

Salah satu ciri khas Buffett, bersama mitranya Charlie Munger, adalah kemampuannya menyederhanakan konsep-konsep kompleks. CEO Kayak, Steve Hafnar, mengungkapkan kekagumannya.

“Yang selalu saya kagumi dari Warren Buffett dan mitranya Charlie Munger adalah pemakaian bahasa Inggris dan bahasa yang sederhana untuk menjelaskan konsep-konsep yang sulit,” ujar Hafnar. Ia menambahkan, “Dibutuhkan banyak keterampilan untuk mengambil masalah yang kompleks dan memecahnya menjadi hal-hal yang paling mendasar.”

Hafnar juga menyebut, “Humor mereka membuat surat pemegang saham mereka menjadi salah satu bacaan favorit saya.”

Greg Abel Hadapi Tantangan Besar Pimpin Berkshire Hathaway

Greg Abel kini menghadapi tantangan besar untuk memimpin Berkshire Hathaway. Warren Buffett dikenal sebagai salah satu investor terbesar di dunia, berhasil mengubah pabrik tekstil New England yang kesulitan—yang sahamnya mulai ia beli seharga USD 7,60 per lembar pada 1962—menjadi konglomerat raksasa seperti sekarang, dengan saham yang kini dijual lebih dari USD 750.000 per lembar.

Kekayaan pribadi Buffett dari saham Berkshire diperkirakan mencapai sekitar USD 150 miliar atau setara Rp 2.501 triliun (dengan asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.680), bahkan setelah menyumbangkan lebih dari USD 60 miliar atau Rp 1.000 triliun selama dua dekade terakhir.

Selama beberapa dekade, Berkshire secara rutin mengungguli indeks S&P 500 berkat akuisisi strategis Buffett terhadap perusahaan asuransi seperti Geico dan National Indemnity, produsen seperti Iscar Metalworking, merek ritel seperti Dairy Queen, perusahaan utilitas besar, hingga salah satu perusahaan kereta api terbesar di Amerika Serikat, BNSF.

Arah Baru Berkshire Hathaway di Bawah Kepemimpinan Greg Abel

Sepanjang perjalanannya, Buffett telah membeli dan menjual saham senilai ratusan miliar dolar AS, meraih keuntungan besar dari taruhan jangka panjangnya pada perusahaan-perusahaan seperti American Express, Coca-Cola, dan Apple.

Namun, Mureks mencatat bahwa Berkshire menghadapi kesulitan mempertahankan laju pertumbuhan tersebut dalam beberapa tahun terakhir karena ukurannya yang sangat besar, serta tantangan dalam menemukan akuisisi baru yang signifikan. Bahkan akuisisi OxyChem senilai USD 9,7 miliar atau Rp 161,7 triliun pada musim gugur ini mungkin tidak cukup besar untuk membuat perbedaan signifikan dalam keuntungan Berkshire.

Meskipun demikian, investor tidak perlu mengharapkan perubahan besar dalam arah Berkshire di bawah Abel. Buffett tidak akan sepenuhnya meninggalkan perusahaan; ia akan tetap menjabat sebagai ketua dan berencana untuk terus datang ke kantor setiap hari untuk membantu menemukan investasi baru serta menawarkan saran apa pun yang diminta Abel. Abel sendiri telah mengelola semua bisnis non-asuransi Berkshire sejak 2018.

Mureks