Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, secara terbuka menyatakan pembelaannya terhadap seorang agen Immigration and Customs Enforcement (ICE). Pembelaan ini terkait insiden penembakan yang menewaskan Renee Nicole Good, seorang warga negara AS berusia 37 tahun, dalam sebuah operasi penegakan hukum di Minneapolis.
Insiden tragis tersebut terjadi saat agen ICE menjalankan tugasnya di lapangan. Penembakan yang menewaskan Good ini memicu perhatian publik dan perdebatan mengenai prosedur operasi penegakan hukum imigrasi di AS.
Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id
Menurut pantauan Mureks, pernyataan Vance disampaikan pada Jumat, 9 Januari 2026, dan menjadi sorotan utama media. Pembelaan dari orang nomor dua di AS ini mengindikasikan dukungan kuat pemerintah terhadap tindakan yang diambil oleh petugas di lapangan, meskipun berujung pada kematian warga sipil.
Kasus ini menambah daftar panjang insiden yang melibatkan agen penegak hukum federal dan warga sipil, memicu diskusi lebih lanjut tentang akuntabilitas dan penggunaan kekuatan dalam operasi penegakan hukum.






