Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street melonjak signifikan pada perdagangan Jumat, 9 Januari 2026. Kenaikan ini membawa indeks S&P 500 mencapai rekor tertinggi baru, sekaligus menandai kinerja mingguan yang positif bagi tiga indeks acuan utama.
Indeks S&P 500 menguat 0,65% menjadi 6.966,28, mencetak rekor baru dan rekor tertinggi intraday dalam sesi perdagangan. Indeks Nasdaq juga melesat 0,81% ke posisi 23.671,35, sementara Dow Jones Industrial Average melambung 237,96 poin atau 0,48% menjadi 49.504,07, mencatat rekor penutupan baru.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Secara mingguan, ketiga indeks acuan di Wall Street menunjukkan performa positif. Indeks S&P 500 menguat lebih dari 1%, Dow Jones bertambah 2,3%, dan Nasdaq terbang 1,9%.
Laporan Pekerjaan dan Kebijakan Trump Dorong Pasar
Kenaikan pasar didorong oleh rilis laporan pekerjaan terbaru serta usulan kebijakan dari Presiden AS Donald Trump. Laporan pekerjaan Desember menunjukkan peningkatan jumlah pekerjaan di sektor nonpertanian sebesar 50.000 pada bulan lalu. Angka ini lebih rendah dari perkiraan ekonom Dow Jones sebesar 73.000.
Meskipun sedikit lebih lemah dari ekspektasi, data tersebut mengindikasikan perekonomian AS yang masih berjalan lambat namun dengan antisipasi pertumbuhan yang meningkat. Tingkat pengangguran sedikit turun menjadi 4,4%, lebih baik dari prediksi ekonom sebesar 4,5%. Pelaku pasar menilai ini sebagai tanda perbaikan ekonomi yang akan segera terjadi.
Anthony Saglimbene dari Ameriprise Financial, dalam catatan Mureks, percaya bahwa konsensus seputar latar belakang ketenagakerjaan AS adalah kondisi itu telah “melunak” tetapi juga tetap stabil. “Hal ini mencerminkan lingkungan perekrutan rendah, pemecatan rendah,” ujarnya.
Saglimbene menambahkan, risiko yang mungkin terjadi adalah penurunan lapangan kerja yang sedikit lebih besar dari yang diperkirakan. “Saya pikir itu mungkin akan membuat investor khawatir. Kita melewati minggu ini dengan angka-angka yang sebagian besar sesuai dengan perkiraan, yang menurut saya merupakan hal positif,” tambahnya.
Laporan Desember merupakan data pekerjaan pertama yang tidak terpengaruh oleh penutupan pemerintah AS yang memecahkan rekor sebelumnya. Penutupan sementara tersebut sempat menimbulkan tantangan pengumpulan data bagi Biro Statistik Tenaga Kerja terkait Oktober dan November, di mana laporan Oktober tidak dirilis dan November ditunda.
“Laporan penggajian non-pertanian ini adalah laporan pertama dalam beberapa bulan yang datanya bersih,” kata Saglimbene. Ia juga berpendapat, “Melihat angka-angka ini, menunjukkan bahwa The Fed mungkin tidak perlu memotong suku bunga pada Januari, dan mungkin mereka juga tidak perlu memotong suku bunga pada Maret.”
Selain data pekerjaan, saham perusahaan pengembang perumahan turut mendukung pasar setelah Presiden Donald Trump mengarahkan “perwakilan” untuk membeli obligasi hipotek. Langkah ini bertujuan untuk menurunkan suku bunga bagi pembeli rumah. Saham D.R. Horton melonjak hampir 8%, PulteGroup naik lebih dari 7%, dan Lennar naik lebih dari 8%. Saham perusahaan perbaikan rumah seperti Home Depot juga ikut naik.
Bursa Saham Asia Pasifik Bergerak Bervariasi
Di sisi lain, bursa saham Asia Pasifik menunjukkan pergerakan yang beragam pada Jumat, 9 Januari 2026. Saham-saham sektor pertahanan di seluruh Asia menguat seiring investor terus memantau ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung, menyusul operasi Amerika Serikat (AS) yang menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan dorongan baru Presiden Donald Trump untuk mengambil alih Greenland.
- Saham Hanwha Aerospace Korea Selatan melonjak lebih dari 11%.
- Poongsan naik lebih dari 6%.
- Korea Aerospace menguat 4,9%.
- Di Jepang, saham Kawasaki Heavy Industries naik 3,17%.
- IHI bertambah 3,32%.
Pasar di kawasan ini diperdagangkan beragam:
- Indeks CSI 300 China naik tipis 0,45% menjadi 4.758,92. Data Biro Statistik Nasional menunjukkan harga konsumen Desember naik 0,8% dari tahun sebelumnya, sesuai ekspektasi ekonom Reuters. Harga di tingkat pabrik turun 1,9% pada Desember, lebih baik dari perkiraan penurunan 2%.
- Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,32%.
- Indeks acuan Nikkei 225 Jepang naik 1,61% dan mengakhiri perdagangan di 51.939,89, sementara Topix naik 0,85% menjadi 3.514,11.
- Saham Fast Retailing, operator Uniqlo Jepang, melonjak lebih dari 7% setelah melaporkan laba operasi kuartalan melonjak sekitar sepertiga dan menaikkan perkiraan setahun penuh. Perusahaan menyebutkan penjualan global yang kuat membantu mengimbangi dampak tarif AS, dan tetap berada di jalur pertumbuhan laba tahun kelima berturut-turut, didukung oleh penjualan yang lebih kuat di Tiongkok serta ekspansi cepat di Amerika Utara dan Eropa.
- Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,75% dan mengakhiri perdagangan di 4.586,32, dan Kosdaq (indeks saham berkapitalisasi kecil) naik 0,41% menjadi 947,92.
- Indeks S&P/ASX 200 Australia sedikit turun di bawah garis datar menjadi 8.717,8. Saham Rio Tinto merosot lebih dari 6% setelah perusahaan pertambangan itu mengumumkan pada Kamis malam bahwa mereka telah memasuki tahap awal pembicaraan pembelian dengan Glencore. Penggabungan yang sukses berpotensi menciptakan raksasa pertambangan yang bernilai hampir USD 207 miliar.






