Ribuan warga Minneapolis, Amerika Serikat, turun ke jalan pada Kamis (8/1/2026) untuk memprotes penembakan seorang wanita berusia 37 tahun oleh agen federal. Demonstrasi memanas, diwarnai tindakan petugas keamanan yang menyemprotkan gas kimia dan melakukan penangkapan terhadap sejumlah peserta.
Wali Kota Minneapolis Kecam Agen Federal
Insiden penembakan yang terjadi pada Rabu (7/1/2026) di dalam mobil korban ini memicu kemarahan besar di kalangan massa. Wali Kota Minneapolis, Jacob Frey, secara tegas menolak klaim pemerintahan Trump yang menyatakan penembakan itu sebagai tindakan membela diri.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id
“Video penembakan tersebut secara langsung bertentangan dengan apa yang disebutnya sebagai ‘omong kosong’ pemerintah,” ujar Frey, seperti dilansir dari Reuters. Menurut Mureks, Frey menyalahkan agen imigrasi federal karena telah menabur kekacauan di kota tersebut.
Dengan nada keras, Frey menyampaikan pesan kepada Immigration and Customs Enforcement (ICE): “Keluar dari Minneapolis!” Meskipun demikian, ia juga mendesak warga untuk tetap tenang dan tidak terpancing emosi.
Protes Berlanjut, Ribuan Orang Berkumpul
Saat malam tiba, kerumunan yang diperkirakan mencapai ribuan orang berkumpul di lokasi penembakan. Mereka datang untuk memberikan doa dan menunjukkan solidaritas kepada korban.
Pada hari yang sama, agen Patroli Perbatasan AS juga dilaporkan menahan seseorang di dekat Sekolah Menengah Atas Roosevelt selama jam pulang sekolah di Minneapolis, Minnesota.
Referensi penulisan: m.kumparan.com






