Jakarta, Mureks – Wakil Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengumumkan peningkatan signifikan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah memenuhi standar Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sebanyak 4.535 SPPG yang terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis kini telah tersertifikasi higienis.
Nanik menjelaskan, lonjakan ini merupakan capaian besar mengingat pada September lalu, jumlah SPPG yang memenuhi standar SLHS masih sangat terbatas. “Di bulan September tadi saya sebut hanya 38, sekarang sudah 4.535,” ujarnya di Jakarta Pusat, Kamis (8/1).
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Menurut pantauan Mureks, peningkatan drastis ini terjadi seiring dengan upaya pembenahan menyeluruh terhadap seluruh SPPG. Proses sertifikasi SLHS dijalankan secara paralel dengan peningkatan fasilitas, tata kelola dapur, dan kepatuhan terhadap standar operasional yang ketat.
Dinas Kesehatan (Dinkes) turut berperan aktif dalam proses sertifikasi ini dengan melakukan pengawasan yang sangat ketat. Seluruh aktivitas dapur SPPG harus disesuaikan dengan petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan untuk memastikan standar kebersihan terpenuhi.
“Misalnya, ompreng nyucinya di luar, itu tidak boleh. Harus di dalam dan sesuai juknis,” jelas Nanik, memberikan contoh konkret mengenai aturan yang harus dipatuhi. Ia juga mengakui bahwa banyak SPPG yang pada awalnya tidak langsung lolos karena belum memenuhi standar higiene sanitasi yang ditetapkan.






