Nasional

UMY Hemat Rp4 Miliar dengan Makan Siang Gratis, Rektor: Bukan Sekadar Nominal

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berhasil menekan anggaran konsumsi hingga Rp4 miliar per tahun melalui program Makan Siang Berkah (MSB). Inisiatif ini menyediakan 1.600 porsi makan siang gratis setiap hari kerja bagi seluruh pegawainya.

Program MSB, yang telah berjalan sejak awal Juli 2025, mendistribusikan makanan dari Senin hingga Jumat. Seluruh elemen pegawai, mulai dari dosen, tenaga kependidikan (tendik), hingga tenaga alih daya seperti petugas kebersihan, parkir, dan keamanan, dapat menikmati fasilitas ini.

Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Dari sisi manajemen, UMY mengalihkan penyediaan konsumsi dari pihak luar ke UMB Boga, unit katering internal universitas. Anggaran yang dialokasikan untuk MSB mencapai sekitar Rp500 juta per bulan, atau akumulatif Rp6 miliar per tahun. Angka ini dihitung berdasarkan biaya Rp15 ribu per porsi untuk 1.600 paket selama 22 hari kerja setiap bulannya. Mureks mencatat bahwa penghematan ini signifikan, mengingat sebelumnya anggaran konsumsi kampus mencapai Rp10 miliar per tahun, namun hanya untuk kegiatan tertentu dengan biaya Rp25 ribu per orang.

Rektor UMY: Prioritaskan Keberkahan dan Kenyamanan Pegawai

Rektor UMY periode 2024–2029, Achmad Nurmandi, merupakan pencetus program MSB. Ia menegaskan bahwa tujuan utama program ini bukan sekadar efisiensi finansial.

“Yang dilihat oleh UMY adalah bukan dari segi nominalnya, tetapi dari segi keberkahannya,” kata Achmad kepada media pada Jumat (19/12) lalu. Ia menambahkan, “Jadi kita mencoba (agar) karyawan itu tidak hanya bekerja di sini, tapi juga mereka merasa at home di sini dengan diberikan makan siang, nyaman. Jadi mereka nggak ke mana-mana gitu loh (untuk membeli makan). Idenya begitu.”

Pengakuan dari sejumlah pegawai UMY, khususnya tenaga operasional, menguatkan tujuan tersebut. Mereka merasa terbantu dalam mengurangi pengeluaran harian. “Sangat mengirit sekali mas, bisa mengurangi paling nggak Rp15 ribu per hari,” ungkap salah satu karyawan yang ditemui di lingkungan UMY.

Jaminan Gizi dan Inovasi Lingkungan

Achmad Nurmandi juga menekankan pentingnya standar gizi dalam setiap menu MSB. “Saya minta supaya gizinya tuh cukup. Misalnya ada proteinnya, ada karbo, ada nabatinya,” tegasnya. UMB Boga menyajikan menu yang bervariasi setiap hari, mulai dari ayam woku, bandeng, hingga pecel lele. Setiap porsi mencakup lauk utama, lauk pendamping, olahan sayur, kondimen, dan buah.

Manajer UMB Boga, Arif Budiman, menjelaskan proses perencanaan menu. “Untuk menu Maksiber (MSB) sendiri kami biasanya sudah membuat selama satu bulan full untuk kami berikan ke para konsumen di UMY, dan kami biasanya men-share seminggu sekali,” ujarnya.

Selain itu, UMY juga melakukan inovasi dalam aspek distribusi konsumsi. UMB Boga kini beralih dari kemasan sekali pakai ke wadah permanen seperti termos dan kontainer kecil yang dapat digunakan berulang kali. Perubahan ini secara signifikan mengurangi volume sampah kemasan dari aktivitas konsumsi di kampus.

“Makan siang barokah itu kan supaya orang tidak beli tidak beli makanan di sudah dikemas. Kan ada ada sampah di situ. Kalau kita kasih makan siang kan mereka enggak enggak ada kemasan kemasan-kemasan untuk membungkus makanan toh,” pungkas Achmad, menyoroti dampak positif terhadap lingkungan.

Referensi penulisan: m.kumparan.com

Mureks