Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan negaranya telah sukses melancarkan serangan skala besar terhadap Venezuela. Dalam pernyataan yang mengejutkan, Trump juga mengklaim bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro telah ditangkap bersama istrinya dan diterbangkan ke luar negeri.
Pernyataan Trump ini menjadi konfirmasi pertama dari Washington, menyusul tuduhan yang dilayangkan pemerintahan Maduro. Sebelumnya, Venezuela menuding AS melancarkan rentetan serangan terhadap instalasi militer dan sipil di beberapa wilayah, termasuk ibu kota Caracas, pada Sabtu (3/1) dini hari.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Detail mengenai penangkapan Maduro tidak dijelaskan lebih lanjut oleh Trump. Namun, insiden ini menambah daftar panjang ketegangan antara kedua negara.
Operasi Antikorupsi Besar-besaran di Arab Saudi
Di belahan dunia lain, Otoritas Arab Saudi menangkap sedikitnya 116 pejabat pemerintah dari berbagai kementerian dan lembaga publik. Penangkapan ini merupakan bagian dari operasi antikorupsi besar-besaran yang tengah digencarkan Riyadh.
Ratusan pejabat lainnya dari berbagai wilayah Saudi juga tengah diselidiki terkait dugaan penyuapan dan penyalahgunaan jabatan. Operasi ini dilakukan menyusul serangkaian investigasi oleh Otoritas Pengawasan dan Anti-Korupsi Saudi, yang dikenal sebagai “Nazaha”.
Harian berbahasa Arab, Okaz, melaporkan bahwa Nazaha telah menginterogasi sebanyak 466 orang selama operasi antikorupsi nasional pada Desember 2025. Menurut Mureks, operasi ini secara spesifik menargetkan praktik penyuapan dan penyalahgunaan jabatan di berbagai sektor pemerintahan.
Iran Marah atas Ancaman Intervensi Trump
Sementara itu, otoritas Iran memberikan reaksi keras terhadap ancaman Presiden AS Donald Trump terkait unjuk rasa yang marak di negara tersebut. Trump sebelumnya menegaskan AS “siap bertindak” untuk “datang menyelamatkan” para demonstran Iran yang memprotes kesulitan ekonomi.
Teheran menilai ancaman Trump tersebut sebagai bentuk intervensi atau campur tangan dalam urusan internal mereka. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengecam pernyataan Trump sebagai “ceroboh dan berbahaya,” seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency.
Venezuela Tuduh AS Serang Instalasi Sipil-Militer
Sebelum pernyataan Trump, Pemerintah Venezuela telah menuduh Amerika Serikat (AS) menyerang instalasi sipil dan militer di beberapa negara bagian. Tuduhan ini muncul setelah setidaknya tujuh ledakan dan suara pesawat terbang rendah terdengar pada Sabtu (3/1) dini hari di area ibu kota Caracas.
Pemerintah Venezuela, dalam pernyataannya yang dilansir Associated Press dan AFP, menuduh AS telah melancarkan “agresi militer yang sangat serius” terhadap ibu kota Caracas. Mereka juga menyerukan para pendukungnya untuk turun ke jalanan sebagai bentuk perlawanan. Hingga berita ini diturunkan, Pentagon dan Gedung Putih belum memberikan komentar langsung terkait laporan tersebut.
Trump Konfirmasi Serangan dan Penangkapan Maduro
Dalam perkembangan terpisah, Presiden AS Donald Trump mengumumkan negaranya secara sukses melancarkan serangan skala besar terhadap Venezuela. Pernyataan ini disampaikan via media sosial Truth Social pada Sabtu (3/1/2026), setelah rentetan ledakan dilaporkan terdengar di Caracas.
“Amerika Serikat telah berhasil melancarkan serangan skala besar terhadap Venezuela,” ucap Trump dalam unggahannya. Pernyataan ini menjadi konfirmasi pertama dari AS, setelah pemerintahan Presiden Nicolas Maduro menuduh Washington melancarkan rentetan serangan terhadap instalasi militer dan sipil di beberapa wilayah Venezuela pada Sabtu (3/1) dini hari.
Bersamaan dengan pengumuman serangan, Trump juga mengklaim bahwa Presiden Nicolas Maduro telah ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri bersama istrinya. Trump mengakui AS memang melancarkan serangan, namun tidak merinci target spesifik dari operasi tersebut. Mureks mencatat bahwa klaim penangkapan ini masih menunggu konfirmasi independen dari sumber lain.






