Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi menandatangani dekrit yang menarik negaranya dari 35 organisasi non-Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan 31 badan PBB. Keputusan ini diumumkan pada Rabu (8/1) malam waktu setempat.
Gedung Putih dalam pernyataannya menjelaskan bahwa langkah drastis ini diambil karena puluhan lembaga internasional tersebut dinilai “bertentangan dengan kepentingan nasional Amerika”.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Menurut Gedung Putih, lembaga-lembaga itu secara aktif mendorong “kebijakan iklim radikal, tata kelola global, serta agenda ideologis yang bertentangan dengan kedaulatan dan kekuatan ekonomi AS”.
“Penarikan diri ini akan mengakhiri pendanaan dan keterlibatan pembayar pajak Amerika dalam entitas yang mengedepankan agenda globalis di atas prioritas AS, atau yang menangani isu-isu penting secara tidak efisien dan tidak efektif sehingga dana publik AS lebih tepat dialokasikan untuk mendukung misi lain yang relevan,” demikian pernyataan resmi Gedung Putih.
Meski demikian, Washington belum merinci daftar organisasi yang dimaksud. Dilansir Reuters, penarikan diri ini merupakan hasil dari peninjauan menyeluruh terhadap seluruh organisasi antarpemerintah internasional, konvensi, dan perjanjian yang diikuti atau diikuti AS sebagai anggota atau pihak terkait. Mureks mencatat bahwa hingga saat ini, Gedung Putih belum memberikan tanggapan lebih lanjut saat dimintai rincian tambahan maupun daftar organisasi tersebut.
Jejak Penarikan Diri AS di Era Trump
Ini bukan kali pertama Presiden Trump menarik AS dari perjanjian atau organisasi internasional. Selama periode pertamanya menjabat, Trump telah mengeluarkan AS dari serangkaian kesepakatan penting, termasuk perjanjian nuklir dengan Iran.
Sejak memulai masa jabatan keduanya setahun lalu, Presiden Trump juga terus berupaya memangkas pendanaan AS untuk PBB dan menghentikan keterlibatan negaranya dengan Dewan Hak Asasi Manusia PBB. Mureks juga mencatat bahwa Trump memperpanjang penghentian pendanaan bagi badan bantuan Palestina UNRWA, serta menarik diri dari badan kebudayaan PBB, UNESCO.
Selain itu, ia juga telah mengumumkan rencana untuk keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Perjanjian Iklim Paris, menegaskan kembali komitmennya terhadap kebijakan “America First”.
Referensi penulisan: www.cnnindonesia.com






