Internasional

Bahlil Lahadalia: “Paling Lambat 2028, Mandatori Bioetanol E10 Akan Diterapkan di Indonesia”

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah tengah merampungkan peta jalan (roadmap) implementasi mandatori Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin yang dicampur dengan etanol 10% atau bioetanol E10. Program ini ditargetkan dapat berjalan paling lambat pada tahun 2028.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja Kementerian ESDM 2025 di Jakarta, Jumat (9/1/2026). Ia menekankan komitmen pemerintah dalam mendorong pemanfaatan energi terbarukan.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.

“Nah, itu untuk bioetanol. EBT-nya, pasti teman-teman tanya kapan mulai. Roadmap-nya lagi dibuat, tapi saya pastikan paling lambat 2028 sudah ada mandatori. Mungkin 2027-2028 kita roadmap-nya sebentar lagi akan selesai,” ujar Bahlil.

Program bioetanol ini diharapkan dapat meniru kesuksesan mandatori biodiesel B40 yang sebelumnya terbukti mampu menghemat devisa negara hingga ratusan triliun rupiah, didorong oleh menurunnya impor BBM solar. Mureks mencatat bahwa langkah ini krusial untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bensin secara bertahap, seiring dengan peningkatan produksi bioetanol di dalam negeri.

Selain itu, mandatori bioetanol juga menjadi bagian integral dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan bauran energi baru terbarukan (EBT) dalam portofolio energi nasional, sejalan dengan target transisi energi.

Sebelumnya, Bahlil sempat menyebutkan bahwa pemerintah akan menerapkan mandatori bensin campuran etanol (E10) pada tahun 2027. Untuk mempercepat implementasi, pihaknya berencana mengirimkan tim ke Brasil guna mempelajari pengembangan bioetanol.

“Karena ini sesuatu yang baru, maka tim saya akan kirim ke Brasil untuk bertukar pandangan dengan beberapa pakarnya di sana dan mereka juga akan ke sini. Tetapi di B40 ke B50 itu kita yang cepat,” kata Bahlil usai Upacara Peringatan Hari Pertambangan Dan Energi ke-80 di Monas, Jakarta, Jumat (24/10/2025).

Menurut Bahlil, Brasil merupakan salah satu negara yang sangat sukses dalam menjalankan mandatori bioetanol. Penerapannya bahkan sudah mencapai level E30, dan di beberapa negara bagian telah mencapai E100.

“Etanol itu di negara mereka E30, tapi di beberapa negara bagian sudah ada sampai E100, ada E85. Dan kita sudah sepakat untuk membentuk tim. Kemarin saya tanda tangan MOU,” pungkas Bahlil, menegaskan keseriusan kerja sama bilateral tersebut.

Mureks