Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan sebuah perusahaan yang dikendalikan warga negara China untuk membatalkan akuisisi aset chip dari produsen asal AS. Perintah divestasi ini melibatkan transaksi senilai 2,9 juta dollar AS atau sekitar Rp 48,4 miliar, dengan alasan ancaman terhadap keamanan nasional.
Dikutip dari CNBC pada Minggu (4/1/2026), Gedung Putih melalui perintah eksekutifnya menyatakan bahwa HieFo Corporation, perusahaan yang terdaftar di Delaware, berada di bawah kendali seorang warga negara Tiongkok. Akuisisi tersebut dilakukan HieFo pada 30 April 2024 terhadap bisnis chip digital milik Emcore, sebuah perusahaan yang berbasis di New Jersey.
Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Risiko Keamanan Nasional dan Kekayaan Intelektual
Departemen Keuangan AS menjelaskan bahwa transaksi ini mencakup desain wafer, fabrikasi, pemrosesan, serta fasilitas manufaktur semikonduktor. Menurut Departemen Keuangan AS dalam pernyataan terpisah, adanya potensi pengalihan pasokan chip indium phosphide yang diproduksi unit bisnis chip digital Emcore ke luar Amerika Serikat dipandang sebagai ancaman serius terhadap keamanan nasional.
Mureks mencatat bahwa kesepakatan akuisisi ini tidak diberitahukan kepada Committee on Foreign Investment in the United States (CFIUS), yang kemudian mendorong tim transaksi non-notifikasi untuk melakukan peninjauan. CFIUS mengidentifikasi risiko keamanan nasional yang timbul dari transaksi tersebut terkait potensi akses terhadap kekayaan intelektual, pengetahuan eksklusif, dan keahlian milik EMCORE.
Dalam perintah divestasi tersebut, HieFo diwajibkan untuk melepas seluruh aset yang telah diakuisisi dalam waktu 180 hari. Selain itu, perusahaan juga harus segera membatasi akses terhadap informasi teknis milik Emcore.
Tanggapan HieFo dan Latar Belakang Perusahaan
Menanggapi perintah tersebut, HieFo dalam pernyataan tertanggal 2 September 2024, mengklaim bahwa kesepakatan akuisisi itu memungkinkan operasional fasilitas Emcore di Alhambra, California, tetap berjalan. Perusahaan juga menyebut telah berhasil mempertahankan hampir seluruh ilmuwan, insinyur, dan staf operasional utama.
HieFo didirikan oleh Genzao Zhang dan Harry Moore melalui pembelian manajemen atas aset fabrikasi wafer dan chip dari Emcore. Keduanya mencantumkan Mei 2024 sebagai awal bergabung di HieFo di LinkedIn, bertepatan dengan rampungnya akuisisi. HieFo mengklaim mewarisi lebih dari 40 tahun inovasi optoelektronik dalam manufaktur chip indium phosphide.
Sementara itu, Emcore dikenal sebagai produsen peralatan navigasi seperti giroskop dan sensor yang digunakan dalam aplikasi komersial, industri, dan pertahanan. Produk-produknya mencakup penggunaan untuk navigasi otonom dan sistem persenjataan, sebagaimana tercantum di situs resmi perusahaan. Emcore sendiri telah dikeluarkan dari bursa Nasdaq pada awal 2025 setelah merger dengan perusahaan induk manufaktur dirgantara Velocity One LP pada November 2024.
Kecemasan Washington Terhadap Persaingan Teknologi
Media pemerintah China, Global Times, mengutip seorang pakar yang menilai perintah divestasi tersebut mencerminkan kecemasan Washington terhadap persaingan teknologi dengan China. Menurut media tersebut, keputusan itu diambil tanpa alasan yang dinilai meyakinkan.






