Nasional

Trump Peringatkan Serangan Militer Berulang di Nigeria Jika Pembunuhan Umat Kristen Terus Terjadi

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan peringatan keras terkait potensi serangan militer berulang di Nigeria. Ancaman ini disampaikan jika kekerasan terhadap umat Kristen di negara Afrika Barat tersebut terus berlanjut.

Pernyataan Trump pada Kamis (8/1/2026) ini merupakan respons terhadap serangan militer AS yang terjadi pada Hari Natal, 25 Desember 2025, di Nigeria. Serangan tersebut, menurut militer AS, menargetkan militan ISIS di wilayah barat laut Nigeria dan diklaim atas permintaan serta restu dari Pemerintah Nigeria.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

Namun, Pemerintah Nigeria membantah klaim tersebut. Otoritas setempat menegaskan bahwa operasi militer itu merupakan operasi gabungan yang menyasar kelompok teroris secara umum, dan tidak berkaitan dengan agama tertentu. Dalam ringkasan Mureks, perbedaan narasi ini menyoroti kompleksitas situasi keamanan di Nigeria.

Menanggapi situasi tersebut, Trump secara eksplisit menyatakan niatnya. “Saya sebenarnya ingin serangan itu hanya dilakukan satu kali. Namun jika mereka terus membunuh umat Kristen, maka serangan itu akan dilakukan berkali-kali,” ujar Trump, dikutip dari Reuters.

Meski mengakui bahwa umat Muslim juga menjadi korban kekerasan di Nigeria, Trump menilai mayoritas korban berasal dari kalangan Kristen. Pandangan ini bertentangan dengan sikap Pemerintah Nigeria.

Pemerintah Nigeria membantah adanya penganiayaan sistematis terhadap umat Kristen. Mereka menegaskan bahwa kelompok militan telah membunuh banyak warga Muslim maupun Kristen. Nigeria juga menyatakan komitmennya untuk tetap bekerja sama dengan AS dalam memerangi kelompok militan bersenjata demi stabilitas dan keamanan seluruh warganya.

Mureks