Perusahaan telepon seluler yang berafiliasi dengan Trump Organization, Trump Mobile, mengumumkan penundaan pengiriman ponsel pintar berwarna emas, T1. Perangkat yang semula dijadwalkan tiba di tangan konsumen pada akhir tahun ini, kini menghadapi ketidakpastian.
Tim layanan pelanggan Trump Mobile mengungkapkan bahwa penutupan pemerintahan Amerika Serikat (AS) baru-baru ini menjadi penyebab utama terganggunya jadwal pengiriman ponsel T1. Mereka bahkan memperingatkan adanya “kemungkinan besar” perangkat tersebut tidak akan dikirimkan pada bulan Januari 2026 ini, demikian dilaporkan Reuters pada Rabu (31/12).
Simak artikel informatif lainnya hanya di mureks.co.id.
Hingga saat ini, pihak Trump Mobile belum memberikan komentar resmi terkait penundaan tersebut. Mureks mencatat bahwa ketidakjelasan ini menambah daftar pertanyaan seputar peluncuran produk mereka.
Sebelumnya, pada Juni lalu, Trump Organization meluncurkan layanan seluler AS dan ponsel pintar T1 seharga US$499 di bawah merek Trump Mobile. Langkah ini merupakan upaya terbaru dari anak-anak politikus Partai Republik tersebut untuk memonetisasi nama Trump, sekaligus ambisi mereka untuk menyaingi dominasi raksasa teknologi seperti Apple dan Samsung di pasar ponsel pintar.
Trump Mobile awalnya menyatakan bahwa T1 akan diluncurkan pada Agustus 2025, dengan klaim “dibuat di Amerika Serikat”. Konsumen dapat melakukan pra-pemesanan dengan membayar US$100 untuk mengamankan perangkat. Namun, beberapa pekan kemudian, perusahaan mengumumkan penundaan peluncuran hingga Desember 2025.
Sejak pengumuman tersebut, para pakar dan pelaku industri telah menyuarakan skeptisisme mengenai klaim bahwa perangkat itu akan sepenuhnya dibuat di Amerika Serikat. Mereka menyoroti keterbatasan rantai pasok dan ketergantungan AS yang sangat besar pada rantai pasok Asia untuk komponen elektronik.
Menurut Financial Times, membangun perangkat dengan daya tarik konsumen massal hanya menggunakan komponen AS hampir mustahil. Ini mengingat pasar ponsel pintar AS sendiri termasuk yang paling didominasi oleh Apple dan Samsung, dengan hampir semua perangkat yang dijual di negara itu diproduksi di luar negeri, terutama di China, Korea Selatan, dan semakin banyak di India dan Vietnam.






