Ratusan wisatawan dievakuasi dari kawasan benteng Inca Machu Picchu, Peru, setelah dua kereta api bertabrakan pada Selasa (30/12/2025). Insiden ini menewaskan satu orang dan melukai 40 lainnya, menyebabkan layanan kereta api sempat terhenti total.
Menurut pantauan Mureks, sekitar 700 pengunjung asal Peru dan 1.300 warga asing dari berbagai negara sempat terdampar di kota Aguas Calientes sejak kecelakaan terjadi. Mereka tidak dapat meninggalkan lokasi karena penghentian layanan kereta api. Operator PeruRail mengumumkan bahwa layanan secara bertahap mulai beroperasi kembali pada Rabu (31/12/2025), memungkinkan evakuasi para turis.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Machu Picchu, sebuah situs Warisan Dunia UNESCO yang terletak tinggi di pegunungan Andes, rata-rata menerima sekitar 4.500 pengunjung setiap hari. Sebagian besar wisatawan mengandalkan kereta api dan bus untuk mencapai situs arkeologi bersejarah ini.
Tabrakan langsung terjadi antara kereta api yang dioperasikan oleh PeruRail dan kereta api lain milik Inca Rail. Insiden ini berlangsung di jalur tunggal yang menghubungkan kota Ollantaytambo dengan Machu Picchu. Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa kondektur salah satu kereta tewas di tempat, sementara 40 orang lainnya mengalami luka-luka.
Pejabat pemerintah, Ernesto Alvarez, menyampaikan kepada radio RPP bahwa dua dari korban luka masih menjalani perawatan di rumah sakit hingga Rabu. Penyelidikan awal mengindikasikan bahwa kesalahan manusia menjadi penyebab utama kecelakaan tragis ini. Polisi setempat telah menahan empat pekerja kereta api dan melakukan tes alkohol untuk mendalami insiden tersebut.
“Tampaknya salah satu masinis, karena suatu alasan, entah tidak melihat atau tidak mengindahkan (sinyal), atau mengira tidak akan ada konsekuensi dan mengabaikannya,” ujar Alvarez, menjelaskan dugaan awal penyebab kecelakaan.






