Berbagai tren tidur silih berganti sepanjang tahun 2025, namun satu tren yang patut ditinggalkan adalah ‘mouth taping’ atau menempelkan plester di mulut saat tidur. Praktik ini diklaim dapat menghentikan kebiasaan mendengkur.
Mureks mencatat bahwa lebih dari 37 juta orang dewasa di Amerika Serikat dilaporkan mendengkur secara teratur. Kebiasaan ini tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga kualitas tidur pasangan. Jika tahun 2026 adalah momentum untuk mengatasi masalah mendengkur dan memprioritaskan tidur yang lebih baik, maka tinggalkan ‘mouth tape’ dan coba tiga metode yang terbukti efektif ini.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Mengapa ‘Mouth Taping’ Sebaiknya Ditinggalkan di Tahun 2025
Tren ‘mouth taping’ sempat merajalela di internet sepanjang tahun 2025. Mulai dari para influencer yang memamerkan rutinitas pagi mereka hingga para guru kesehatan yang bersumpah bahwa ini adalah kunci untuk segalanya. Penulis artikel ini pun mencoba tren tersebut, namun tidak terkesan dengan hasilnya.
Pertama, dan mungkin yang terpenting, memblokir saluran napas utama di malam hari sangatlah berbahaya. Bayangkan jika hidung tersumbat atau Anda sakit. Kedua, praktik ini jauh dari kata menenangkan. Begitu plester ditempelkan, penulis merasa cemas dan detak jantungnya meningkat, kondisi yang tidak kondusif untuk tidur.
Ketiga, penulis terbangun beberapa kali di malam hari karena berusaha melepaskan plester dari wajahnya. Meskipun bernapas melalui hidung lebih disukai di malam hari untuk kualitas tidur dan kesehatan yang lebih baik, kita tidak boleh memaksakan tubuh melakukan sesuatu. Jika Anda bernapas melalui mulut di malam hari atau mendengkur, lebih baik mengatasi penyebabnya daripada menempelkan plester di mulut.
Tiga Hal yang Terbukti Efektif Mengatasi Mendengkur
Jika Anda benar-benar ingin berhenti mendengkur, buang ‘mouth tape’ dan coba tiga hal berikut:
1. Bantal yang Tepat
Seringkali, alasan Anda mendengkur adalah karena posisi kepala miring pada sudut yang menyebabkan jaringan lunak di tenggorokan kolaps. Jaringan ini menghalangi saluran napas dan bergetar saat Anda bernapas, menyebabkan suara dengkuran. Oleh karena itu, berinvestasi pada bantal terbaik sangat penting.
Menopang kepala dan leher dapat menjaga Anda dalam posisi yang lebih tegak selama tidur, mencegah saluran napas tersumbat. Umumnya, orang yang tidur menyamping akan mendapat manfaat dari bantal yang lebih tinggi untuk mengisi celah antara kepala dan bahu. Sementara itu, orang yang tidur telentang dan tengkurap biasanya merasa lebih nyaman dengan bantal yang lebih rendah.
Namun, jika Anda tidur telentang, memilih bantal yang sedikit lebih besar dan lebih tinggi yang mengangkat kepala dapat membantu menghentikan dengkuran, selama tidak membuat leher tegang.
2. Plester Hidung (Nasal Strips)
Plester hidung adalah cara yang jauh lebih tidak invasif untuk menghentikan dengkuran dibandingkan ‘mouth tape’. Alat ini bekerja dengan lembut membuka lubang hidung untuk meningkatkan aliran udara. Ini membantu mencegah hidung tersumbat yang menyebabkan Anda bernapas melalui mulut (dan karenanya mendengkur).
Penulis, yang tidur di sebelah pendengkur yang sangat keras, telah mencoba hampir semua hal untuk membuat tidur lebih baik bagi keduanya. Salah satu yang berhasil dengan baik adalah Breathe Right Extra Strength Nasal Strips. Awalnya, penulis tidak memiliki harapan tinggi, namun mereka terkejut dengan hasilnya. Bahkan, keduanya bisa tidur nyenyak sepanjang malam.
3. Kasur yang Tepat untuk Tidur Menyamping
Berinvestasi pada kasur terbaik yang sesuai dengan tubuh Anda akan membantu meningkatkan kualitas tidur. Meskipun mengubah posisi tidur terasa mustahil, patut dicoba jika Anda berpikir tidur telentang adalah penyebab suara dengkuran di malam hari.
Posisi tidur ini adalah yang terburuk untuk mendengkur karena memungkinkan mulut terbuka (membuat pernapasan mulut lebih mungkin terjadi) dan dapat menyebabkan jaringan lunak di tenggorokan menghalangi saluran napas. Namun, jika Anda tidur di kasur yang keras yang dirancang untuk menopang punggung, tidur menyamping kemungkinan tidak akan terasa nyaman. Cobalah kasur dengan tingkat kekerasan sedang hingga sedang-keras yang akan mengurangi penumpukan tekanan di bahu, pinggul, dan lutut.
Apa Penyebab Mendengkur?
Selain tips untuk mencegah mendengkur, penting juga untuk mengatasi akar masalahnya. Apa yang menyebabkan Anda mendengkur? Berikut adalah beberapa alasan paling umum mengapa orang mendengkur:
- Faktor Gaya Hidup: Kelebihan berat badan dapat memperburuk dengkuran karena lemak di sekitar leher dapat menyebabkan jaringan lunak di dalam tenggorokan kolaps dan menghalangi saluran napas. Faktor gaya hidup lain seperti merokok juga dapat menyebabkan mendengkur.
- Diet: Mengonsumsi alkohol di malam hari dapat mengendurkan otot-otot di tenggorokan, menyebabkan mendengkur.
- Sinus Tersumbat: Pilek musim dingin, flu, dan alergi musim panas semuanya dapat menyebabkan hidung tersumbat, yang berujung pada mendengkur.
- Sleep Apnea: Sleep apnea adalah kondisi di mana Anda berhenti bernapas sesaat selama tidur, menyebabkan terengah-engah dan mendengkur. Ini adalah kondisi serius namun dapat dikelola, jadi jika Anda merasa mengalaminya, segera konsultasikan dengan profesional untuk mendapatkan penilaian tidur.






