Nasional

Tika, Pedagang Lampahan: “Pisang Ratusan Sisir Habis Sehari”, Dapur MBG Hidupkan Ekonomi Bener Meriah

Bener Meriah, Aceh – Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, kembali beroperasi penuh mulai Jumat (2/1/2026). Pembukaan kembali dapur MBG pascabencana banjir dan longsor akhir November lalu ini membawa dampak positif berantai, khususnya bagi sektor pertanian dan perdagangan lokal.

Komoditas pertanian warga kini kembali terserap secara signifikan, memberikan kepastian pasar bagi para petani yang sebelumnya kesulitan memasarkan hasil panen. Sementara itu, pedagang pasar menjadi pemasok utama bahan baku bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengelola dapur MBG.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.

Perputaran roda ekonomi di Bener Meriah pun perlahan kembali bergerak. Para petani yang sempat merugi akibat hasil panen tak terserap kini kembali tersenyum, melihat hasil pertanian mereka memiliki nilai ekonomi.

Tika, salah seorang pedagang di Pasar Lampahan, mengakui bahwa kehadiran MBG membawa dampak ekonomi yang sangat positif, terutama setelah penerima manfaat dialihkan sementara dari anak sekolah ke masyarakat terdampak bencana di posko pengungsian.

Pedagang Antusias, Hasil Tani Laris Manis

“Begitu SPPG-nya jalan, bahan baku yang diserap banyak sekali. Pisang sampai ratusan sisir bisa habis dalam satu hari,” ujar Tika saat ditemui di Pasar Lampahan, Jumat (2/1/2026).

Ia menambahkan, “Kami sebagai pedagang senang bisa memasok ke SPPG, apalagi petaninya. Mereka jadi punya pasar.”

Dapur MBG menampung hasil pertanian tersebut untuk diolah menjadi makanan bergizi bagi para pengungsi. Dengan kebutuhan bahan pangan yang cukup besar, hasil panen petani kini memiliki kepastian pasar dan kembali bernilai ekonomi.

“Kalau SPPG sudah jalan, kami bisa beli dari petani dan disalurkan ke sana. Kapasitas mereka kan besar,” lanjut Tika, menjelaskan mekanisme penyerapan hasil tani.

Menurut pantauan Mureks, saat ini terdapat beberapa SPPG yang beroperasi di sekitar Pasar Lampahan, seperti SPPG Blang Panas, SPPG Reronga, SPPG Mekar Ayu, dan SPPG Polri. Keberadaan dapur-dapur tersebut dinilai sangat membantu menggerakkan ekonomi lokal.

“Jadinya semua senang. Pedagang senang, petani senang, perputaran ekonomi juga jalan,” tegas Tika.

Selain berdampak pada sektor ekonomi, hasil masakan dari dapur MBG juga langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di posko pengungsian. “Pada akhirnya yang menikmati juga masyarakat di posko,” ujarnya.

“Kalau semua SPPG berjalan, saya yakin makin banyak hasil pertanian yang bisa terserap,” pungkasnya.

SPPG Rakan Sebet Pelopor Pemulihan Gizi Pascabencana

Dapur MBG di Bener Meriah yang pertama beroperasi adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rakan Sebet. Dapur MBG ini menjadi yang pertama kembali aktif pascabencana banjir dan longsor pada akhir November lalu.

Tika menjelaskan, SPPG Rakan Sebet mulai menyalurkan MBG kepada masyarakat terdampak yang berada di posko-posko pengungsian.

“SPPG yang pertama berjalan itu setahu saya SPPG Rakan Sebet, langsung dari yayasan Bapak Presiden. Jadi sesuai arahan Bapak Presiden yayasan ayo langsung jalan. Jadi enggak hanya bagikan beras atau minyak, udah bisa bagikan makanan,” jelas Tika.

Ia menjelaskan, SPPG Rakan Sebet menyediakan menu makanan lengkap dan bergizi, mulai dari lauk pauk, sayuran, hingga buah-buahan yang hampir tersedia setiap hari. Hal tersebut sangat membantu masyarakat di tengah keterbatasan pasokan pangan pascabencana.

“Yang tadinya masyarakat cuma cari ikan asin saja, ikan asin pun hampir 20 ribu per gram. Jadi begitu dapat daging Alhamdulillah kan,” tuturnya.

Selain meningkatkan pemenuhan gizi pengungsi, keberadaan dapur MBG juga berdampak positif terhadap perputaran ekonomi lokal dan penataan aktivitas di posko pengungsian. “Perputaran ekonomi jadi ada, lalu aktivitas di posko juga lebih tertata. Semua jadi lebih tertib dan terbantu,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Tika berharap seluruh SPPG di Kabupaten Bener Meriah dapat terus beroperasi dan memprioritaskan penyerapan hasil pertanian lokal yang selama ini sulit dipasarkan ke luar daerah.

“Harapan kami, semua SPPG di Bener Meriah bisa menyerap hasil petani. Jadi hasil pertanian yang sulit dikirim keluar, seperti cabai dan sayur, bisa diserap di sini dan dimanfaatkan untuk MBG,” ujarnya.

Tika juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis yang telah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat terdampak bencana.

“Terima kasih banyak Bapak Presiden atas program MBG dan dukungannya untuk masyarakat kami di sini,” pungkasnya.

Mureks