Aktor Ammar Zoni kembali menjadi sorotan publik setelah fakta mengejutkan terungkap dalam sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dalam persidangan tersebut, terkuak bagaimana Ammar tetap menjalin komunikasi dengan orang-orang terdekatnya, termasuk sang kekasih, meski tengah menjalani masa tahanan di lembaga pemasyarakatan.
Di hadapan majelis hakim pada Kamis, 8 Januari 2026, Ammar Zoni secara terbuka mengakui bahwa dirinya masih bisa berkomunikasi menggunakan telepon genggam saat berada di lapas. Hal yang menarik perhatian, Ammar tidak menggunakan aplikasi pesan instan yang umum seperti WhatsApp atau Telegram untuk komunikasi utamanya.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Aplikasi Zangi Jadi Pilihan
Ammar Zoni justru menyebut aplikasi bernama Zangi sebagai sarana komunikasi utamanya. “Saya sama dokter (komunikasi) pakai aplikasi Zangi,” kata Ammar Zoni di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Pengakuan tersebut sontak menimbulkan berbagai spekulasi, terutama terkait bagaimana akses komunikasi itu bisa diperoleh dari dalam rutan. Ammar Zoni juga mengungkap bahwa aplikasi tersebut tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi dengan Dokter Kamelia, yang diketahui sebagai kekasihnya, tetapi juga dengan anggota keluarga.
“Sama adik saya juga,” ungkapnya singkat. Lebih lanjut, Ammar menjelaskan bahwa Zangi memiliki sistem dan fungsi yang serupa dengan aplikasi pesan instan populer lainnya. Menurutnya, cara kerja aplikasi tersebut tidak jauh berbeda dengan platform komunikasi yang sudah akrab digunakan masyarakat luas.
“Iya ada WhatsApp juga, Zangi juga, samalah kayak Telegram biasa. Benar,” tegas Ammar Zoni.
Penyewaan Ponsel di Balik Jeruji
Keterangan Ammar diperkuat oleh kesaksian Dokter Kamelia yang turut dihadirkan dalam persidangan. Ia membenarkan bahwa penggunaan aplikasi Zangi sudah menjadi hal yang lazim di lingkungan komunikasi mereka. “Aplikasi Zangi? Iya, aku juga punya kok aplikasi Zangi. Aku sama Panji, sama Adit itu sering banget pakai Zangi,” tutur Dokter Kamelia.
Namun, persoalan yang kemudian menjadi perhatian serius adalah mekanisme Ammar Zoni dalam mendapatkan akses ponsel di dalam rutan. Dokter Kamelia mengungkap bahwa Ammar tidak memiliki satu nomor tetap karena ponsel yang digunakan bukan milik pribadi secara permanen.
“Pasti, apalagi kan Bang Ammar kan handphonenya kadang-kadang juga sewa. Jadi Bang Ammar itu kalau menghubungi saya itu pasti beda-beda nomor, gitu lho. Jadi nggak satu nomor doang,” jelasnya.
Ia juga membeberkan adanya praktik penyewaan ponsel di dalam rutan dengan tarif tertentu. Menurut catatan Mureks, fasilitas tersebut menjadi solusi alternatif bagi para tahanan untuk tetap terhubung dengan keluarga maupun kerabat di luar.






