Nasional

Suryopratomo Ungkap Kisah di Balik Renovasi KBRI Singapura dan Siasat Dana Promosi Terbatas

Suryopratomo, yang akrab disapa Tommy, baru saja menuntaskan masa baktinya sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura periode 2020-2025. Selama lima tahun bertugas, ia menghadapi beragam tantangan sekaligus menorehkan sejumlah capaian penting bagi perwakilan Indonesia di Negeri Singa.

Dalam sebuah kesempatan, Tommy mengungkapkan bahwa salah satu hal paling berkesan baginya adalah renovasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura. Proyek ini, menurutnya, membawa perubahan signifikan, terutama pada fasilitas ibadah.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

Masjid KBRI Singapura yang Nyaman Setelah Renovasi

“Karena kemudian kita punya masjid yang nyaman. Dulu, kisi-kisi itu kayu sudah gantung karena bawahnya sudah habis dimakan rayap,” kata Tommy, mengenang kondisi sebelum renovasi. Setelah perbaikan rampung, masjid di KBRI Singapura kini menjadi lebih representatif dan nyaman, bahkan menjadi tujuan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) serta umat muslim di sekitar area kedutaan.

Selain keberhasilan renovasi, Tommy juga harus menyiasati berbagai tantangan, terutama dalam pengelolaan anggaran promosi Indonesia di Singapura. Ia menyoroti keterbatasan dana yang tersedia untuk mempromosikan perdagangan, pariwisata, dan investasi.

Tantangan Anggaran Promosi Rp 1,4 Miliar per Tahun

“Anggaran per tahun untuk promosi perdagangan, pariwisata, investasi di KBRI Singapura itu Rp 1,4 miliar setahun,” ungkap Tommy. Mureks mencatat bahwa angka ini menjadi tantangan tersendiri bagi KBRI Singapura untuk memaksimalkan program promosi dengan dana yang relatif terbatas.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Tommy menekankan pentingnya kolaborasi dan pendekatan alternatif. Ia juga menyoroti kejujuran dalam menggambarkan Indonesia kepada calon investor dan wisatawan sebagai kunci utama. “Memang kuncinya, ketika sudah mendengar, begitu datang sama dengan apa yang didengar,” ujarnya, menekankan pentingnya konsistensi antara promosi dan realitas.

Momen perpisahan dengan para staf KBRI Singapura juga menjadi kenangan tak terlupakan bagi Tommy. Ia merasa pendekatannya yang tanpa jarak kepada seluruh pegawai memberikan kesan mendalam. “Jadi ternyata mereka merasakan bahwa dengan pendekatan tanpa jarak, menempatkan mereka sebagai saudara, sebagai teman, keluarga,” ucapnya, menggambarkan hubungan kekeluargaan yang terjalin selama masa kepemimpinannya.

Mureks