Keuangan

SoftBank Akuisisi DigitalBridge Rp 66,9 Triliun, Perkuat Fondasi Infrastruktur AI

SoftBank Group, konglomerat investasi yang dipimpin miliarder Masayoshi Son, kembali memperkuat portofolio bisnisnya di sektor kecerdasan buatan (AI). Perusahaan asal Jepang ini mengumumkan akuisisi DigitalBridge Group, sebuah perusahaan investasi pusat data yang berbasis di Florida, Amerika Serikat.

Nilai akuisisi tersebut mencapai sekitar 4 miliar dollar AS atau setara Rp 66,9 triliun, termasuk utang. Informasi ini dikutip dari Forbes pada Jumat (2/1/2026).

Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Detail Kesepakatan Akuisisi

Dalam kesepakatan ini, SoftBank akan membeli seluruh saham DigitalBridge dengan harga 16 dollar AS per saham secara tunai. Harga penawaran ini sekitar 15 persen lebih tinggi dibandingkan harga penutupan saham DigitalBridge pada perdagangan Jumat pekan lalu, sebelum pengumuman akuisisi.

Setelah pengumuman tersebut, saham DigitalBridge langsung merespons positif. Pada penutupan perdagangan New York, saham DigitalBridge ditutup menguat 9,6 persen ke level 15,26 dollar AS atau sekitar Rp 255.273.

Visi SoftBank di Era AI

Chairman dan CEO SoftBank Group, Masayoshi Son, menjelaskan pentingnya akuisisi ini bagi strategi perusahaan. “Seiring kecerdasan buatan mengubah berbagai industri di seluruh dunia, kami membutuhkan kapasitas komputasi, konektivitas, pasokan daya, serta infrastruktur yang dapat ditingkatkan skalanya,” ujar Son dalam pernyataan resminya.

Ia menambahkan bahwa DigitalBridge merupakan pemimpin di bidang infrastruktur digital, dan akuisisi ini akan memperkuat fondasi pengembangan pusat data AI generasi berikutnya.

Proses dan Struktur Setelah Akuisisi

Transaksi akuisisi ini masih menunggu persetujuan regulator dan ditargetkan rampung pada pertengahan tahun 2026. Setelah proses akuisisi selesai, DigitalBridge akan tetap beroperasi sebagai platform yang dikelola secara terpisah di bawah kepemimpinan CEO saat ini, Marc Ganzi.

Saat ini, DigitalBridge mengelola aset infrastruktur digital senilai 108 miliar dollar AS atau setara Rp 1.806 triliun. Aset tersebut mencakup pusat data, menara seluler, dan jaringan serat optik. DigitalBridge juga memiliki kepemilikan saham di sejumlah operator pusat data besar, termasuk Vantage Data Centers dan Yondr.

Marc Ganzi menyambut baik akuisisi ini. “SoftBank memiliki DNA yang sama dengan kami sebagai para pembangun dan investor jangka panjang yang berkomitmen memperluas infrastruktur digital yang bersifat transformatif,” kata Ganzi.

Strategi Agresif SoftBank di Sektor AI

Akuisisi DigitalBridge ini semakin mempertegas langkah Masayoshi Son dalam memperbesar taruhan SoftBank di sektor AI. Mureks mencatat bahwa kekayaan bersih Son secara real-time tercatat sebesar 56,6 miliar dollar AS atau setara Rp 946,3 triliun, berdasarkan data Forbes.

Pada bulan lalu, SoftBank juga telah menjual seluruh kepemilikan sahamnya di Nvidia senilai 5,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 97 triliun. Dana hasil penjualan tersebut dialokasikan untuk mendukung investasi besar SoftBank di OpenAI, dengan komitmen pendanaan mencapai 30 miliar dollar AS atau setara Rp 501,8 triliun.

Selain itu, SoftBank juga mendukung proyek pusat data berbasis AI Stargate milik OpenAI di Amerika Serikat dan baru saja merampungkan akuisisi perusahaan perancang chip asal AS, Ampere Computing, senilai 6,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 108,7 triliun.

Mureks