Pemerintah Singapura mulai mencairkan voucer Community Development Council (CDC) senilai SGD 300 atau sekitar Rp 3,8 juta kepada setiap rumah tangga mulai Jumat, 2 Januari 2026. Pencairan ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah untuk meringankan beban rumah tangga, serta membantu pedagang kaki lima hingga supermarket.
Menurut laporan The Straits Times yang dipantau Mureks, voucer tersebut dapat diklaim secara daring oleh penerima. Setengah dari nilai voucer, yakni SGD 150, dapat digunakan di pedagang kaki lima dan pedagang di kawasan pinggiran kota yang terdaftar dalam program ini. Sementara itu, setengah sisanya dapat dimanfaatkan di supermarket yang berpartisipasi. Voucer ini berlaku hingga 31 Desember 2026.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
Voucer CDC ini sebenarnya telah diumumkan oleh Perdana Menteri sekaligus Menteri Keuangan Singapura, Lawrence Wong, dalam Anggaran Tahun 2025. Kala itu, ia menyebut sekitar 1,3 juta rumah tangga di Singapura masing-masing akan mendapatkan total SGD 800 atau sekitar Rp 10,3 juta dalam bentuk voucer CDC.
Dari jumlah tersebut, sebanyak SGD 500 telah dicairkan pada Mei 2025, dan sisanya SGD 300 mulai dicairkan pada Januari 2026. Voucer ini merupakan bagian integral dari Paket Jaminan (Assurance Package) yang dirancang untuk membantu warga Singapura mengatasi tekanan biaya hidup yang meningkat.
Tantangan Ekonomi dan Strategi Masa Depan
Wakil Perdana Menteri Singapura, Gan Kim Yong, yang juga menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan Industri, mengungkapkan bahwa tahun 2025 bukanlah tahun yang mudah. Berdasarkan perkiraan awal, ekonomi Singapura tumbuh 4,8% untuk keseluruhan tahun 2025.
Gan memperingatkan bahwa pemerintah harus melihat dengan jelas tantangan masa depan, mengingat rantai pasokan sedang dibentuk ulang, kebijakan perdagangan menjadi lebih terfragmentasi, dan teknologi kecerdasan buatan (AI) mengubah cara bisnis beroperasi serta menciptakan lapangan kerja. Ia memprediksi pertumbuhan di tahun-tahun mendatang kemungkinan akan lebih tidak merata dan lebih tidak pasti.
Dalam kesempatan peluncuran tahap kedelapan voucer CDC di klub komunitas Punggol 21 pada Jumat (2/1), Gan menjelaskan alasan Tinjauan Strategi Ekonomi (ESR) telah dibentuk. ESR bertujuan untuk mengamankan masa depan ekonomi Singapura, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan upah, dan memberikan peluang baru bagi warga Singapura.
“Kami akan membantu perusahaan kami untuk meningkatkan nilai tambah, dan membekali pekerja kami dengan keterampilan, kemampuan beradaptasi, dan kepercayaan diri yang diperlukan untuk berkembang dalam ekonomi yang berubah,” tegas Gan Kim Yong.
Ia juga menekankan bahwa voucer CDC dan ESR bekerja sama. Voucer memberikan jaminan langsung dan dukungan praktis, sementara ESR meletakkan dasar untuk peluang dan ketahanan di masa depan.
Partisipasi Pedagang dan Semangat Komunitas
Program voucer CDC ini melibatkan lebih dari 24.000 pedagang kaki lima serta delapan supermarket dengan sekitar 400 gerai yang berpartisipasi. Wali Kota Distrik Barat Daya dan ketua komite Wali Kota, Low Yen Ling, menyatakan kegembiraannya atas banyaknya pedagang kaki lima yang menawarkan diskon atau harga khusus untuk membantu rumah tangga memanfaatkan voucer tersebut lebih maksimal.
“Ini mencerminkan semangat ‘Kita Utama’ dan komunitas yang tangguh yang menjaga lingkungan kita tetap peduli dan terhubung,” ujar Low Yen Ling.
Voucer CDC pertama kali diperkenalkan selama pandemi COVID-19. Skema ini kemudian dilanjutkan setelah pandemi untuk membantu mengurangi dampak kenaikan harga terhadap warga Singapura, menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kesejahteraan masyarakatnya.






