Keuangan

Sinarmas Sekuritas Revisi Turun Rekomendasi Saham PTBA di Tengah Geliat Investor Asing

JAKARTA — Sinarmas Sekuritas telah merevisi turun rekomendasi untuk saham PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) dari “ADD” menjadi “NEUTRAL”. Penyesuaian ini dilakukan di tengah derasnya aksi beli investor asing terhadap emiten batu bara tersebut pada awal Januari 2026.

Dalam laporan prospek sektor pertambangan batu bara yang dirilis pada Rabu, 7 Januari 2026, analis Sinarmas Sekuritas, Inav Haria Chandra dan Kenny Shan, juga merevisi target harga saham PTBA dari Rp3.000 menjadi Rp2.500.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

Alasan Penurunan Rekomendasi

Para analis menjelaskan bahwa perubahan rekomendasi ini didasari oleh pembatalan implementasi skema Mitra Instansi Pengelola (MIP). Mekanisme MIP sebelumnya diestimasikan menjadi katalis utama bagi kinerja PTBA.

“Kami menurunkan peringkat PTBA dari ADD menjadi NEUTRAL, dengan target harga yang direvisi dari Rp3.000 menjadi Rp2.500,” jelas Inav Haria Chandra dan Kenny Shan dalam laporan tersebut.

Meskipun PTBA dikenal dengan profil dividen yang kuat, Sinarmas Sekuritas mengantisipasi potensi kenaikan yang terbatas untuk tahun 2026. Hal ini disebabkan oleh tekanan struktural yang terus-menerus pada margin dan volume penjualan perseroan.

Konsensus Analis dan Pergerakan Saham

Berdasarkan data terminal Bloomberg pada Jumat, 9 Januari 2026 malam, mayoritas analis masih memberikan rekomendasi positif untuk saham PTBA. Dari 27 sekuritas, sebanyak 11 (40,7%) merekomendasikan “beli”, 10 sekuritas (37,0%) menyematkan rating “hold” atau netral, sementara enam lainnya merekomendasikan “jual”.

Target harga saham PTBA 12 bulan berdasarkan konsensus analis yang dihimpun Bloomberg mencapai Rp2.195,63. Angka ini sekitar 8,1% di bawah harga penutupan saham perseroan pada Jumat, 9 Januari 2026, yang berada di level Rp2.390.

Geliat Investor Asing di PTBA

Di sisi lain, saham PTBA menjadi incaran investor asing sepanjang periode 2–9 Januari 2026. Secara kumulatif, investor asing mencatatkan nilai beli bersih atau net buy sekitar Rp25,8 miliar.

Catatan Mureks menunjukkan, akumulasi ini terjadi meski sempat ada aksi jual (net sell) pada satu hari perdagangan di tengah kenaikan harga saham. Pada perdagangan perdana 2026, Kamis, 2 Januari, investor asing membukukan net buy Rp4,98 miliar dengan pembelian bersih 2,15 juta saham saat harga PTBA Rp2.320.

Aksi beli asing berlanjut pada Senin, 5 Januari, dengan net buy Rp2,82 miliar, diikuti kenaikan harga saham PTBA ke Rp2.340. Tren akumulasi menguat pada Selasa, 6 Januari, ketika investor asing membukukan net buy signifikan Rp20,52 miliar, dengan pembelian bersih mencapai 8,66 juta lembar saham. Sejalan dengan itu, harga saham PTBA naik ke level Rp2.370.

Namun, pada Rabu, 7 Januari 2026, investor asing sempat berbalik mencatatkan net sell Rp6,19 miliar, meskipun harga saham PTBA justru melonjak ke level tertinggi pekan tersebut di Rp2.420 per saham. Memasuki dua hari perdagangan berikutnya, aksi beli asing kembali mendominasi. Pada Kamis, 8 Januari, PTBA membukukan net buy Rp1,53 miliar, disusul Rp2,13 miliar pada Jumat, 9 Januari. Harga saham PTBA pada kedua hari tersebut tercatat stabil pada level Rp2.390.

Mureks