Pertanyaan mengenai pengaruh nilai Tes Kompetensi Akademik (TKA) terhadap Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) kerap menjadi perdebatan di kalangan siswa SMA dan orang tua menjelang penerimaan mahasiswa baru. Mureks mencatat bahwa banyak pihak masih keliru memahami peran TKA, padahal secara resmi, nilai TKA tidak menjadi syarat penentu kelulusan dalam SNBP.
Jawabannya tegas: nilai TKA tidak memiliki pengaruh dalam proses Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Menurut pantauan Mureks, ketentuan resmi yang dikeluarkan oleh snpmb.id hingga saat ini secara eksplisit menyatakan bahwa penilaian SNBP berfokus pada capaian akademik berkelanjutan melalui nilai rapor serta prestasi pendukung lainnya, bukan hasil Tes Kompetensi Akademik.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
Beberapa perguruan tinggi negeri terkemuka, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), juga telah mengonfirmasi bahwa nilai TKA tidak dijadikan komponen penilaian dalam jalur SNBP.
Mekanisme Penentuan Kelayakan SNBP
Kelayakan siswa untuk mengikuti SNBP ditentukan oleh pihak sekolah berdasarkan regulasi nasional yang terukur. Penentuan kuota siswa eligible ini sangat bergantung pada akreditasi sekolah. Sekolah dengan akreditasi A berhak mengusulkan maksimal 40 persen siswa terbaiknya, sementara sekolah berakreditasi B dapat mengusulkan 25 persen. Bagi sekolah berakreditasi C dan lainnya, kuota yang diberikan adalah 5 persen.
Peringkat siswa eligible disusun berdasarkan akumulasi nilai rapor dari semester satu hingga lima, ditambah dengan rekam jejak prestasi akademik maupun non-akademik yang relevan dengan program studi yang diminati.
Dengan demikian, nilai TKA tidak memiliki peran dalam menentukan status kelayakan SNBP maupun memengaruhi proses seleksi jalur prestasi secara langsung. Namun, kesalahpahaman sering muncul karena TKA memang memegang peranan krusial pada jalur seleksi yang berbeda.
Peran TKA dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT)
Nilai TKA baru akan digunakan dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), sebuah jalur yang menilai kemampuan akademik calon mahasiswa melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Oleh karena itu, bagi siswa yang tidak berhasil lolos SNBP, persiapan TKA menjadi sangat penting untuk bersaing di jalur SNBT.
Persyaratan SNBT 2026 secara tegas membedakan kedua jalur ini. Peserta hanya diizinkan mengikuti UTBK satu kali, dan hasilnya eksklusif digunakan untuk seleksi SNBT serta penerimaan PTN pada tahun berjalan. Seleksi SNBT sepenuhnya mengandalkan skor UTBK, dengan tambahan portofolio bagi calon mahasiswa program studi seni dan olahraga. Penting untuk dicatat, siswa yang telah dinyatakan lulus SNBP pada tahun berjalan atau dua tahun sebelumnya tidak diperkenankan mengikuti SNBT pada tahun yang sama.
Secara fundamental, nilai TKA berfungsi sebagai alat ukur kemampuan akademik individu, meliputi literasi, numerasi, dan penalaran ilmiah. Skor ini merefleksikan tingkat kesiapan akademik seseorang untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi, dan sering dimanfaatkan oleh sekolah untuk pemetaan internal atau program pembinaan. Namun, fungsi ini bersifat informatif dan tidak memiliki ikatan dalam seleksi SNBP. Pemahaman yang tepat akan hal ini krusial agar siswa dapat menyusun strategi persiapan seleksi secara rasional dan tidak salah fokus.
Pentingnya Kelengkapan Syarat Administratif
Terlepas dari jalur seleksi yang dipilih, pemenuhan syarat administratif tetap menjadi aspek krusial. Calon peserta wajib memastikan kepemilikan akun SNPMB, status kewarganegaraan, batas usia, kelengkapan dokumen dari sekolah, hingga persyaratan kesehatan yang ditetapkan. Untuk program studi tertentu, portofolio juga menjadi elemen penentu tambahan. Ketelitian dalam memenuhi aspek-aspek ini seringkali memiliki dampak yang lebih besar dibandingkan asumsi keliru mengenai komponen penilaian yang sebenarnya tidak digunakan.
Sebagai kesimpulan, pertanyaan apakah nilai TKA berpengaruh pada SNBP harus dijawab berdasarkan regulasi resmi yang berlaku, bukan sekadar persepsi umum. Jalur prestasi SNBP secara fundamental menilai konsistensi akademik dan rekam jejak capaian siswa, sementara nilai TKA memiliki peran strategis dan spesifik pada jalur tes nasional SNBT.






