Gaza, Mureks – Setidaknya 13 orang tewas, termasuk lima anak-anak, akibat serangan Israel di Jalur Gaza pada Kamis (8/1/2026). Insiden ini terjadi di tengah gencatan senjata yang seharusnya berlaku, memicu kecaman dari otoritas Palestina.
Badan Pertahanan Sipil Gaza melaporkan bahwa serangan tersebut menargetkan berbagai lokasi di wilayah Palestina. Juru bicara badan tersebut, Mahmud Bassal, mengungkapkan bahwa empat orang, termasuk tiga anak, tewas ketika sebuah drone menyerang tenda pengungsian di Gaza selatan.
Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Di bagian utara Jalur Gaza, seorang gadis berusia 11 tahun dilaporkan tewas di dekat kamp pengungsi Jabalia. Serangan terpisah terhadap sebuah sekolah juga menewaskan satu orang. Sementara itu, sebuah drone di dekat Khan Yunis, di selatan, menyebabkan seorang pria meninggal dunia.
Dua warga Gaza lainnya, salah satunya anak-anak, juga tewas dalam serangan lain yang dilaporkan oleh badan yang beroperasi di bawah otoritas Hamas tersebut. Kemudian pada malam hari, empat orang lagi tewas dalam serangan udara Israel yang menargetkan sebuah rumah di daerah timur Kota Gaza, kata Bassal, menambahkan bahwa pekerjaan penyelamatan untuk mencari beberapa orang yang hilang telah dimulai.
Bassal menegaskan, “Jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 13 akibat serangan Israel di Jalur Gaza sejak pagi ini, yang jelas merupakan pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata.” Pernyataan ini menggarisbawahi kekhawatiran akan eskalasi konflik di tengah upaya perdamaian.
Militer Israel, ketika dimintai konfirmasi oleh AFP, menyatakan sedang memeriksa laporan tersebut. Namun, mereka kemudian merilis pernyataan bahwa sebuah proyektil diluncurkan “dari daerah Kota Gaza menuju Negara Israel” tetapi jatuh di dalam Jalur Gaza. “Tak lama kemudian, (militer) tepat mengenai titik peluncuran,” tambah pernyataan tersebut.
Menanggapi insiden ini, juru bicara Hamas, Hazem Qassem, mengatakan kepada AFP bahwa serangan di Gaza pada Kamis “mengkonfirmasi penolakan pendudukan Israel terhadap komitmennya terhadap gencatan senjata”.
Mureks mencatat bahwa menurut Kementerian Kesehatan Gaza, pasukan Israel telah menewaskan sedikitnya 425 warga Palestina di Gaza sejak gencatan senjata diberlakukan. Angka ini menambah daftar panjang korban konflik yang terus berlanjut di wilayah tersebut.






