Nasional

Semangat Gotong Royong Warga Sumpur di Tanah Datar: Bangun Tanggul Mandiri Hadapi Ancaman Banjir Susulan

Nagari Sumpur, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, masih berjuang memulihkan diri pascabanjir bandang yang melanda tiga provinsi di Sumatera pada November 2025. Di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih, semangat gotong royong warga Sumpur membara untuk mencegah dampak lebih buruk dari potensi banjir susulan.

Firdaus, salah seorang warga Sumpur, mengungkapkan bahwa bencana tersebut telah menyebabkan 61 Kepala Keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal, baik karena hanyut maupun rusak berat. Namun, alih-alih menyerah, warga kini bahu-membahu membangun tanggul sederhana menggunakan bebatuan.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

“Ini aja masyarakat gotong royong dengan semangat yang penuh, optimis ini bisa mengantisipasi sawah mereka tidak hancur lagi. Ini gotong royong mereka,” ujar Firdaus saat ditemui pada Jumat (2/1). Ia menambahkan, “Demi optimislah ini tidak berlarut-larut untuk kita di sini terpuruk di dalam bencana ini.”

Upaya Mandiri Lindungi Sawah, Sumber Penghidupan Utama

Sawah merupakan urat nadi perekonomian warga Sumpur. Kerusakan irigasi akibat banjir bandang sebelumnya menjadi tantangan besar. Oleh karena itu, upaya pembangunan tanggul ini menjadi krusial untuk melindungi lahan pertanian yang tersisa.

“Iya kalau kita warga kepengin sangat optimis cepat pulih dan harapannya juga mulai dari irigasi ini pulih,” kata Firdaus, menegaskan harapan warga agar kehidupan mereka segera kembali normal. Ia juga menyoroti pentingnya pemulihan ekonomi, “Kalau pulih dari sisi rumah hunian tanpa ekonomi yang lancar juga akan berat bagi kami untuk melanjutkan (hidup).”

Mureks mencatat bahwa warga secara swadaya mendatangkan ekskavator untuk membantu proses pembangunan tanggul dan normalisasi sungai. Normalisasi ini bertujuan memperdalam alur sungai agar tidak meluap dan melebar saat debit air meningkat.

Firdaus berharap pemerintah dapat segera memberikan bantuan untuk memperkuat upaya mereka. “Kalau saat ini yang kita butuhkan sebenarnya kan kondisi normalisasi sungai ini kan, kita bikin tanggul dari material yang ada itu, pasir dan batu kecil-kecil, kalau debit air naik lagi kemungkinan tidak akan tahan lama,” jelasnya.

Ancaman Banjir Susulan Masih Menghantui

Ancaman banjir susulan masih menjadi kekhawatiran utama warga. Meskipun intensitasnya tidak sebesar banjir bandang awal, hujan deras masih kerap terjadi.

“Kalau musim-musim seperti sekarang ini, sekali dua hari air deras tapi tidak sederas yang awal. Ya kita tidak berharap lagi lah seperti yang awal,” ucap Firdaus. Ia menutup dengan nada waspada, “Cuma kan cuaca seperti ini kan berpotensilah.”

Mureks