LAS VEGAS – Samsung Electronics kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan inovasi kecerdasan buatan (AI) yang lebih personal dan bermakna bagi kehidupan sehari-hari. Dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas, raksasa teknologi asal Korea Selatan ini memperkenalkan visi “Your Companion to AI Living”, sebuah pendekatan yang menempatkan AI sebagai fondasi pengalaman digital yang cerdas, aman, dan relevan di seluruh ekosistem perangkatnya.
Visi ini merefleksikan pandangan Samsung bahwa AI bukan lagi sekadar teknologi pendukung di balik layar, melainkan telah berevolusi menjadi pendamping yang mampu memahami cara manusia berinteraksi, beraktivitas, dan mengambil keputusan. Di Indonesia, implementasi visi ini diwujudkan melalui integrasi AI ke berbagai lini produk Samsung, mulai dari perangkat hiburan hingga peralatan rumah tangga.
Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Presiden Samsung Electronics Indonesia, Harry Lee, menjelaskan bahwa pengembangan AI di Samsung tidak bertujuan menggantikan peran manusia. Sebaliknya, teknologi ini dirancang untuk memahami kebiasaan, mempelajari konteks, dan mendukung kebutuhan pengguna secara intuitif. “Kami melihat AI sebagai mitra yang bekerja bersama pengguna—memahami rutinitas, beradaptasi dengan gaya hidup, dan menghadirkan pengalaman yang lebih relevan di rumah,” ujar Harry Lee dalam keterangan resminya, Kamis (8/1).
Vision AI: Layar yang Lebih Cerdas dan Personal
Sebagai pemimpin pasar TV global selama dua dekade, Samsung terus berinovasi dalam teknologi layar rumah melalui Vision AI. Teknologi ini mendefinisikan ulang peran televisi, mengubahnya dari sekadar alat menonton menjadi Entertainment Companion yang mampu memahami preferensi dan beradaptasi dengan kebiasaan pengguna.
Dengan Vision AI, televisi Samsung dapat secara cerdas menyesuaikan kualitas gambar, termasuk tingkat kecerahan dan kontras, berdasarkan konten yang ditampilkan serta kondisi lingkungan sekitar. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pengalaman menonton, tetapi juga mendorong konsumsi energi yang lebih bertanggung jawab, sebuah aspek yang, menurut Mureks, kian penting bagi konsumen Indonesia yang semakin sadar akan keberlanjutan.
Perangkat Rumah Tangga yang Lebih Empatik
Transformasi AI juga merambah ke perangkat rumah tangga melalui konsep Home Companion. Produk Samsung Bespoke AI kini tidak lagi bersifat pasif, melainkan mampu memahami konteks dan mendukung rutinitas harian pengguna secara proaktif. Pendekatan ini mengubah perangkat rumah tangga dari sekadar alat menjadi solusi yang meringankan beban aktivitas sehari-hari.
Dengan mempelajari kebiasaan pengguna, AI membantu meningkatkan efisiensi waktu, mengoptimalkan penggunaan energi, dan menghadirkan pengalaman yang lebih intuitif tanpa menambah kompleksitas. Harry Lee menekankan bahwa masa depan perangkat rumah tangga terletak pada relevansi dan empati. “Bagi kami, rumah adalah ruang yang dinamis. AI memungkinkan perangkat menyesuaikan diri dengan ritme harian pengguna, membantu meringankan tugas rutin agar mereka bisa fokus pada hal-hal yang lebih penting dalam hidup,” jelasnya. Ia menambahkan, “Inilah makna inovasi bagi Samsung—bukan sekadar kecanggihan teknologi, tetapi dampak nyata yang bisa dirasakan setiap hari.”
SmartThings: Ekosistem Terbuka Rumah Cerdas
Seluruh potensi AI tersebut dioptimalkan melalui SmartThings, ekosistem rumah pintar Samsung yang telah menghubungkan lebih dari 400 juta pengguna di seluruh dunia dengan berbagai perangkat lintas merek. SmartThings menjadi jembatan yang memungkinkan perangkat-perangkat AI Samsung bekerja secara harmonis, menciptakan pengalaman hidup yang terintegrasi dan cerdas.






