Saham SoFi Technologies Inc. (SOFI) mencatatkan kenaikan signifikan sekitar 70% sepanjang tahun 2025, jauh melampaui kinerja pasar secara keseluruhan. Namun, baru-baru ini saham perusahaan teknologi keuangan tersebut mengalami koreksi sekitar 12%, yang menurut analisis pasar, lebih merupakan konsolidasi konstruktif ketimbang indikasi penurunan tren.
Koreksi ini terjadi di tengah langkah strategis SoFi melalui inisiatif SoFiUSD. Inisiatif ini menandai pivot perusahaan ke infrastruktur keuangan yang teregulasi, membuka jalan bagi ekspansi pendapatan non-pinjaman yang ringan modal dan berprofit tinggi. Mureks mencatat bahwa cadangan stablecoin yang disimpan di Federal Reserve memungkinkan SoFi untuk memperoleh bunga dengan risiko kredit atau likuiditas yang minimal.
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
Pendapatan ringan modal SoFi telah mencapai 56% dari total pendapatan perusahaan. Dengan implementasi SoFiUSD, proporsi ini berpotensi meningkat melampaui 65% pada tahun 2026, memperkuat model bisnis yang lebih efisien.
Analisis Prospek dan Risiko SoFi
Meskipun demikian, valuasi saham yang tinggi menimbulkan tekanan pada kinerja kuartal keempat dan tahun 2026. Dilusi saham dan arus kas operasional yang lemah tetap menjadi risiko utama yang perlu dicermati investor. Menurut Yiannis Zourmpanos, seorang analis pasar dan Akuntan Bersertifikat, prospek bullish SoFi Technologies untuk tahun 2026 diperkuat oleh kinerja pasar yang kuat dan penyesuaian harga yang tepat waktu.
Zourmpanos, yang memiliki pengalaman di Deloitte dan KPMG, berfokus pada peluang asimetris dengan potensi kenaikan 3-5 kali lipat dibandingkan risiko penurunan. Ia menekankan pentingnya manajemen risiko dan margin keamanan yang kuat untuk melindungi modal, dengan horizon investasi 2-3 tahun untuk menghadapi volatilitas pasar.






