Keuangan

Airlangga Hartarto Ungkap Negosiasi Dagang RI-AS Selangkah Lagi Rampung, Ditargetkan Januari 2026

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan perkembangan signifikan terkait negosiasi perjanjian dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS). Menurut Airlangga, kesepakatan dagang tersebut kini selangkah lagi rampung dan siap diteken langsung oleh masing-masing kepala negara.

Airlangga menjelaskan bahwa tim negosiasi akan bertolak ke Amerika Serikat pada pertengahan Januari 2026 untuk menyelesaikan tahap akhir perjanjian. Dari kunjungan tersebut, jadwal pasti penandatanganan akhir perjanjian dagang akan dapat diketahui.

Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Tahap Akhir Negosiasi: Legal Scrubbing

“Nanti akan ada tim yang akan berangkat lagi tanggal 12 sampai 19. Nanti dari situ jadwalnya baru kita ketahui,” ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Senin (5/1/2026).

Satu tahap krusial yang akan dilakukan tim negosiasi adalah legal scrubbing. Proses ini merupakan penyelarasan akhir teks perjanjian internasional yang dilakukan secara rinci. Tujuannya adalah untuk memastikan kepastian hukum, kejelasan bahasa, dan keseragaman makna di semua bahasa resmi yang digunakan dalam perjanjian.

Mureks mencatat bahwa legal scrubbing sangat penting untuk menghindari salah tafsir dan memastikan perjanjian tersebut mengikat secara hukum bagi semua pihak saat ditandatangani dan diratifikasi.

Perjanjian dagang dengan AS ini ditargetkan rampung pada Januari 2026. Penandatanganan direncanakan akan dilakukan saat Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump melakukan pertemuan.

Kesepakatan ini merupakan kelanjutan dari joint statement sebelumnya yang telah mengumumkan penurunan tarif resiprokal bagi Indonesia, dari 32% menjadi 19%.

Mureks