Saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) menjadi sorotan utama pelaku pasar setelah mencatatkan rekor fantastis di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sejak melantai pada 8 Desember 2025, harga saham RLCO telah melonjak sekitar 1.810,17% dari harga penawaran umum perdana (IPO) Rp168 per saham, mencapai kisaran Rp3.210.
Mureks mencatat bahwa RLCO berhasil menyentuh batas auto reject atas (ARA) sebanyak 17 kali berturut-turut. Pencapaian ini memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh emiten Prajogo Pangestu, Chandra Daya Investasi (CDIA), yang mencatat 11 kali ARA beruntun saat IPO.
Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id
Meskipun sempat dua kali terkena suspensi oleh BEI dan masuk papan pemantauan khusus dengan skema full call auction (FCA) selama sepekan, laju ARA RLCO tidak terhenti. Selama periode FCA tersebut, RLCO tetap mencatatkan kenaikan 10% setiap hari.
Profil Perusahaan dan Kinerja Keuangan
RLCO merupakan perusahaan induk dari merek Realfood, produk kesehatan premium berbasis sarang burung walet. Abadi Lestari Indonesia bertanggung jawab atas ekspor sarang burung walet olahan ke pasar China, sementara ekspor ke pasar non-China dilakukan melalui entitas anak perusahaan.
Dalam jajaran pengurus RLCO, terdapat nama Achmad Baiquni, seorang bankir senior dan mantan direktur utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), yang menjabat sebagai Komisaris Utama Abadi Lestari Indonesia.
Dari sisi kinerja keuangan, perseroan menunjukkan pertumbuhan signifikan. Laba bersih RLCO pada Mei 2025 melonjak 608% menjadi Rp12,3 miliar, dibandingkan Rp1,7 miliar pada Mei 2024. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan pendapatan bersih sebesar 48%, dari Rp156,8 miliar pada Mei 2024 menjadi Rp231,3 miliar pada Mei 2025.
Kontribusi pendapatan perseroan pada Mei 2025 didominasi oleh penjualan sarang burung olahan sebesar 88,48%, dengan sisanya 11,52% berasal dari produk konsumen. Penjualan ekspor juga tumbuh 47,5% menjadi Rp205 miliar pada Mei 2025 dari Rp139 miliar pada Mei 2024. Sementara itu, penjualan lokal naik 58,8% mencapai Rp27 miliar pada Mei 2025, dari Rp17 miliar pada Mei 2024.






