Keuangan

Rupiah Melemah Drastis di Awal 2026, Tembus Rp 16.700 per Dollar AS di Pasar Spot

Mengawali tahun 2026, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat mengalami pelemahan signifikan, kembali menembus level Rp 16.700 pada awal perdagangan di pasar spot. Berdasarkan data Bloomberg pada Jumat (2/1/2026) pukul 10.32 WIB, mata uang Garuda berada di posisi Rp 16.725 per dollar AS, anjlok 38 poin atau 0,23 persen.

Di tengah pelemahan rupiah, pergerakan mata uang di kawasan Asia terpantau bervariasi. Yen Jepang menguat 0,09 persen, baht Thailand naik 0,15 persen, dan yuan China menguat 0,10 persen. Sementara itu, peso Filipina melemah 0,02 persen, dollar Hong Kong turun 0,07 persen, dan won Korea Selatan justru menguat 0,17 persen, diikuti dollar Singapura yang menguat 0,09 persen.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Analisis Pasar dan Intervensi Bank Indonesia

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa rupiah diperkirakan akan bergerak datar atau berkonsolidasi. Hal ini seiring dengan absennya rilis data ekonomi maupun agenda penting selama periode libur akhir tahun.

“Rupiah diperkirakan akan datar atau berkonsolidasi di tengah absennya data ekonomi dan event penting oleh liburan akhir tahun,” ujar Lukman kepada Kompas.com.

Dalam situasi pasar yang sepi, Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan kembali melakukan intervensi. Langkah ini bertujuan untuk meredam fluktuasi berlebihan dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Upaya BI tersebut berpeluang menopang pergerakan rupiah, sehingga tetap berada pada kisaran Rp 16.600 hingga Rp 16.750 per dollar AS.

“Namun BI diperkirakan akan kembali mengintervensi untuk mencegah volatilitas yang tidak jarang terjadi ketika aktivitas perdagangan yang sepi, ini bisa kembali menguatkan rupiah. Range Rp 16.600 – Rp 16.750 (per dollar AS),” papar Lukman.

IHSG Mengawali Tahun dengan Penguatan

Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan tahun 2026 dengan pergerakan positif. Mureks mencatat bahwa di awal sesi, indeks menguat 28,49 poin atau 0,33 persen ke level 8.675,43. Saat pembukaan, IHSG berada di level 8.676,74, lalu bergerak dalam rentang 8.664,98 hingga 8.697,60.

Penguatan indeks ditopang oleh mayoritas saham yang bergerak di zona hijau, dengan 339 saham menguat, 200 saham melemah, dan 171 saham stagnan. Volume perdagangan mencapai 4,84 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,47 triliun, serta frekuensi transaksi sebanyak 344.546 kali. Adapun, kapitalisasi pasar saat pembukaan perdana di tahun ini tercatat di angka Rp 15.939,05 triliun.

Mureks