Tren

Ruben Amorim Marah Besar, Dua Hal Ini Picu Konflik dengan Manajemen Manchester United

Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, dikabarkan tengah bersitegang dengan manajemen klub. Dua pemicu utama disebut-sebut menjadi biang keladi kemarahan juru taktik asal Portugal tersebut terhadap petinggi Setan Merah.

Konflik ini mencuat setelah Amorim secara terbuka melontarkan kritik keras kepada manajemen MU pasca-laga kontra Leeds United. Dalam kesempatan itu, Amorim mengindikasikan adanya pembatasan wewenang yang ia rasakan sebagai manajer, yang kemudian memicu kekesalannya.

Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Ingkar Janji Transfer Jadi Pemicu Utama

Menurut laporan The Telegraph, salah satu alasan utama kemarahan Amorim adalah ingkar janji manajemen terkait rencana transfer pada bursa musim dingin ini. Amorim awalnya dijanjikan dana belanja sekitar 65 juta pounds untuk mendatangkan pemain baru.

Ia sempat berupaya merekrut Antoine Semenyo, namun sang pemain memilih bergabung dengan Manchester City. Amorim berencana menggunakan sisa dana tersebut untuk target lain, namun manajemen tiba-tiba menyatakan bahwa belanja pemain di musim dingin tidak memungkinkan. Situasi ini, menurut Mureks, menjadi sumber kekecewaan besar bagi Amorim.

Desakan Perubahan Formasi

Selain masalah transfer, Amorim juga disebut kesal karena direktur teknik MU, Jason Wilcox, mendesaknya untuk mengubah formasi tim. Sejak awal bergabung, Amorim telah menegaskan keinginannya untuk menerapkan skema 3-4-2-1 dan mendapatkan jaminan dukungan penuh dari manajemen, termasuk penyediaan pemain yang sesuai.

Namun, belakangan ini, Wilcox justru mendesak Amorim untuk beralih ke skema empat bek. Desakan ini membuat Amorim merasa wewenangnya sebagai manajer terus diintervensi oleh manajemen klub.

Manajemen Berupaya Redam Konflik

Kabar yang beredar di Inggris menyebutkan bahwa manajemen Manchester United tidak ingin masalah ini semakin meluas. Oleh karena itu, sebuah pertemuan darurat akan segera diadakan dengan Ruben Amorim untuk mencari solusi. Namun, di tengah upaya mediasi ini, potensi pemecatan Amorim juga disebut-sebut menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan.

Mureks