Rombongan guru asal Jakarta mengalami kecelakaan maut setelah minibus yang mereka tumpangi menabrak truk di Tol Ungaran, Kabupaten Semarang, pada Selasa (6/1/2026) dini hari. Insiden tragis ini menyebabkan satu orang meninggal dunia, yakni kepala sekolah, sementara enam penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Menurut keterangan Kasat Lantas Polres Semarang AKP Lingga Ramadhani, rombongan guru tersebut diketahui sedang dalam perjalanan untuk melayat atau takziah ke wilayah Bawen, Kabupaten Semarang. “Infonya mau takziah ke Bawen, rombongan guru-gurunya,” ujar Lingga, Selasa (6/1).
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
Mureks mencatat bahwa hingga siang hari setelah kejadian, lima orang guru masih menjalani perawatan intensif di RS Elizabeth, Kota Semarang. Seluruh korban luka dirujuk ke rumah sakit tersebut untuk penanganan medis lebih lanjut. “Masih dirawat, update tadi siang lima orang dirujuk ke Elizabeth,” jelas Lingga.
Pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kecelakaan. Namun, indikasi awal menunjukkan bahwa sopir minibus diduga mengantuk saat mengemudi. “Masih dalam penyelidikan, tapi indikasinya sopir mengantuk. Sopir juga masih dalam perawatan di RS Elizabeth Semarang,” tambah Lingga.
Kecelakaan maut ini terjadi di Tol Jalur A KM 426.400 sekitar pukul 05.20 WIB. Minibus Toyota Hiace yang membawa rombongan guru melaju dari arah Kota Semarang menuju Bawen. Sesampainya di lokasi kejadian, sopir Hiace diduga kurang konsentrasi sehingga kendaraan menabrak truk crane yang melaju searah di depannya.
Korban meninggal dunia diidentifikasi sebagai Terodius Heru Sucahya (57 tahun), seorang kepala sekolah asal Jakarta Utara. Ia mengalami luka berat di bagian kepala. Selain korban meninggal, enam penumpang lainnya mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis.






