Internasional

Ribuan Buruh KSPI dan Partai Buruh Gelar Aksi di Jakarta, Desak Revisi UMP DKI dan UMSK Jabar

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di Jakarta pada Kamis, 08 Januari 2026. Ribuan buruh dijadwalkan turun ke jalan menuntut revisi penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) Jawa Barat.

Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyatakan bahwa aksi ini akan diikuti oleh ribuan buruh dari berbagai wilayah di Jawa Barat dan Jakarta. Mereka akan melakukan konvoi sepeda motor menuju lokasi unjuk rasa.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

Jadwal dan Lokasi Aksi

Menurut Said Iqbal, massa buruh akan memulai aksinya pada pukul 10.30 WIB dan diperkirakan berlangsung hingga sore hari. Titik kumpul utama ditetapkan di Patung Kuda Monas atau di depan Menara BSI.

Sementara itu, lokasi utama aksi unjuk rasa akan dipusatkan di depan Istana Negara, Jakarta, sebagai bentuk penyampaian aspirasi langsung kepada pemerintah.

Dua Tuntutan Utama Buruh

Dalam aksi kali ini, massa buruh membawa dua tuntutan pokok yang menjadi fokus perjuangan mereka:

  • Revisi UMP DKI Jakarta 2026: Buruh menuntut agar UMP DKI Jakarta 2026 ditetapkan sebesar 100 persen Kebutuhan Hidup Layak (KHL), yang diperkirakan mencapai Rp 5,89 juta per bulan. Selain itu, mereka juga mendesak pemberlakuan UMSP DKI 2026 sebesar 5 persen di atas 100 persen KHL.
  • Revisi SK Gubernur Jawa Barat: Tuntutan kedua adalah agar Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Barat mengenai penetapan nilai UMSK di 19 kabupaten/kota se-Jawa Barat dikembalikan sesuai dengan surat rekomendasi yang diajukan oleh Bupati/Wali Kota masing-masing daerah.

Situasi Lalu Lintas

Hingga berita ini ditayangkan, pantauan Mureks dari akun media sosial X resmi milik Polda Metro Jaya (@/TMCPoldaMetro) menunjukkan bahwa belum ada pengumuman resmi terkait penutupan jalan atau pengalihan arus lalu lintas di sekitar lokasi aksi. Masyarakat diimbau untuk tetap memantau informasi terbaru dari pihak kepolisian.

Referensi penulisan: www.cnbcindonesia.com

Mureks