Kabar pemecatan Ruben Amorim dari kursi pelatih Manchester United (MU) pada Selasa, 06 Januari 2026, menyisakan cerita menarik. Mantan anak asuhnya, Alejandro Garnacho, tertangkap basah memberikan respons yang menyiratkan kepuasan atas nasib malang pelatih asal Portugal tersebut.
Winger Chelsea berusia 21 tahun itu kedapatan menyukai (like) unggahan jurnalis Fabrizio Romano di Instagram yang mengonfirmasi pemecatan Amorim. Aksi digital ini seolah mengonfirmasi bahwa hubungan buruk antara keduanya belum pulih, bahkan setelah Garnacho meninggalkan Old Trafford.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Retaknya Hubungan di Old Trafford
Garnacho memutuskan hengkang ke Chelsea pada musim panas lalu dengan nilai transfer fantastis, £40 juta (sekitar Rp800 miliar). Kepindahan ini dipicu oleh kerusakan hubungan yang parah dengan Amorim. Mureks mencatat bahwa ketegangan antara keduanya telah berlangsung sejak awal masa kepelatihan sang juru taktik.
Ketegangan mulai muncul hanya sebulan setelah kedatangan Amorim, saat Garnacho dicoret dari skuad Derby Manchester. Puncak konflik terjadi pada akhir musim lalu, ketika Garnacho hanya duduk di bangku cadangan saat MU kalah dari Tottenham Hotspur di final Liga Europa.
Kekecewaan Garnacho memuncak dalam wawancara pasca-pertandingan. Ia secara terang-terangan mengungkapkan, “Sampai final saya bermain di setiap babak membantu tim, dan hari ini saya hanya main 20 menit. Saya tidak tahu. Final ini akan memengaruhi keputusan saya.”
Masuk Daftar ‘Buangan’ Amorim
Komentar tersebut sontak membuat Amorim berang. Menurut laporan The Athletic, Amorim dengan tegas mengatakan kepada Garnacho di depan rekan setimnya, “Lebih baik kamu berharap punya agen yang bagus musim panas ini.”
Sejak insiden itu, Garnacho masuk dalam kelompok pemain yang diasingkan atau dikenal sebagai “bomb squad” di Carrington. Bersama Marcus Rashford, Jadon Sancho, Tyrell Malacia, dan Antony, mereka dianggap tidak memiliki masa depan dalam skema Amorim.
Friksi antara keduanya tidak hanya soal menit bermain. Garnacho juga pernah dihukum mentraktir makan malam seluruh tim karena ulahnya yang langsung masuk ke lorong ganti setelah diganti sebelum turun minum karena alasan taktis. Meski sempat dimaafkan, insiden-insiden tersebut menjadi akumulasi alasan mengapa Garnacho kini tampak “merayakan” kepergian Amorim dari kejauhan.






