Manchester United (MU) secara resmi memecat Ruben Amorim dari jabatannya sebagai pelatih skuad utama pada 5 Januari 2026. Keputusan ini diumumkan sehari setelah klub hanya mampu meraih hasil imbang di markas Leeds United. Pemecatan ini sekaligus mengakhiri masa kerja juru taktik asal Portugal tersebut yang telah berlangsung sejak November 2024.
Pergantian pelatih kembali menjadi sorotan di Old Trafford. Hasil yang diraih Amorim selama menukangi tim belum menunjukkan perbaikan signifikan, menempatkan klub dalam situasi yang kurang ideal. Catatan pertandingan MU di bawah arahannya mulai disejajarkan dengan para pendahulunya. Oleh karena itu, menarik untuk melihat bagaimana kinerja Amorim dibandingkan empat pelatih sebelumnya yang sempat memimpin Manchester United.
Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
1. Jose Mourinho Persembahkan Tiga Trofi
Jose Mourinho mengemban peran sebagai manajer Manchester United sejak Juli 2016 hingga Desember 2018. Selama 2,5 tahun masa kepemimpinannya, Setan Merah meraih rata-rata 1,97 poin per pertandingan. Total, ia mencatatkan 84 kemenangan, 31 hasil imbang, dan 29 kekalahan dari 144 pertandingan di berbagai ajang. Salah satu catatan apiknya ialah mempersembahkan kemenangan dalam sembilan laga beruntun.
Kehadiran pria asal Portugal itu di kursi kepelatihan MU juga berbuah tiga trofi di tiga ajang berbeda dalam musim yang sama. Di bawah kendalinya, Setan Merah memenangi trofi Europa League, Community Shield, dan Carabao Cup pada musim 2016/2017. Pada musim 2025/2026 ini, Mourinho kembali ke negaranya untuk menukangi Benfica.
2. Statistik Ole Gunnar Solskjaer Memburuk Setelah Diangkat Permanen
Ole Gunnar Solskjaer awalnya hanya berstatus sebagai pelatih interim di Manchester United pada Desember 2018 hingga Maret 2019. Hasil apik berupa 2,32 poin per pertandingan lantas membuat manajemen meresmikannya sebagai pelatih utama pada Maret 2019. Jabatan itu ia pegang hingga November 2021.
Di bawah kendali Solskjaer sebagai juru taktik utama, Setan Merah meraih rata-rata 1,79 poin per pertandingan dari 95 kemenangan, 35 hasil imbang, dan 41 kekalahan. Sosok asal Norwegia itu sempat berpeluang mempersembahkan gelar juara Europa League 2020/2021. Sayangnya, David de Gea dan kolega harus takluk dari Villarreal lewat adu penalti di final.
3. Ralf Rangnick Catatkan Rata-rata 1,45 Poin Per Pertandingan
Ralf Rangnick hanya mengawal Manchester United selama 179 hari, yakni pada Desember 2021 hingga Mei 2022. Hasilnya, Setan Merah hanya mendapat rata-rata 1,45 poin per pertandingan dengan total 11 kemenangan, 9 hasil imbang, dan 9 sisanya berakhir dengan kekalahan. Sejak 2022, ia ditunjuk sebagai juru taktik Timnas Austria.
Beberapa catatan buruk juga menyertai Rangnick selama mengarsiteki Setan Merah. Selain gagal mempersembahkan trofi, anak asuhnya juga tak mampu berbuat banyak di berbagai ajang. Mereka bahkan terhenti pada putaran keempat FA Cup setelah kalah dari Middlesbrough.
4. Erik ten Hag Persembahkan Dua Trofi Domestik
Setelah Ralf Rangnick, giliran Erik ten Hag yang menjabat sebagai manajer Manchester United. Ia memegang kendali selama 850 hari sejak Juli 2022 hingga dipecat pada Oktober 2024. Selama dilatih olehnya, Setan Merah memperoleh rata-rata 1,84 poin per pertandingan dari 72 kemenangan, 20 hasil imbang, dan 36 kekalahan.
Juru taktik asal Belanda itu mempersembahkan dua trofi untuk MU. Setan Merah menjuarai Carabao Cup 2022/2023 usai mengalahkan Newcastle United di final. Kemudian pada musim berikutnya, ia membawa anak asuhnya mengangkat trofi FA Cup setelah menumbangkan Manchester City di partai puncak.
5. Ruben Amorim Gagal Persembahkan Trofi dan Hanya Catatkan 1,43 Poin Per Pertandingan
Ruben Amorim ditunjuk sebagai pelatih Manchester United pada November 2024 usai melewati periode gemilang di Sporting CP. Sayangnya, masa baktinya di Old Trafford harus berakhir lebih cepat usai manajemen memilih memecatnya pada 5 Januari 2026. Secara total, Mureks mencatat bahwa ia membawa Setan Merah meraih 25 kemenangan, 15 hasil imbang, dan 23 kekalahan, dengan rata-rata 1,43 poin per pertandingan.
Sosok asal Portugal itu hampir mengikuti jejak Jose Mourinho dengan mempersembahkan gelar juara Europa League. Sayangnya, ambisi itu pupus usai anak asuhnya takluk dari Tottenham Hotspur di final pada musim 2024/2025. Catatan buruk juga menyertai Amorim lantaran tim besutannya disingkirkan klub kasta keempat pada putaran kedua Carabao Cup 2025/2026.
Ruben Amorim mengikuti jejak empat nama sebelumnya sebagai pelatih yang akhirnya harus angkat kaki dari Old Trafford. Namun, poin per pertandingan yang ia catatkan merupakan yang terburuk dibanding empat nama lainnya dalam daftar ini. Selain itu, ia menyamai Ole Gunnar Solskjaer dan Ralf Rangnick lantaran gagal mempersembahkan trofi selama masa kepelatihannya.






