Teknologi

Razer Pamerkan Project Motoko, Headset Gaming AI yang Diklaim Lebih Praktis dari Meta Glasses

Razer, produsen perangkat keras gaming terkemuka, kembali mencuri perhatian dengan memperkenalkan prototipe headset gaming AI terbarunya, Project Motoko. Konsep headset nirkabel “AI-native” ini dirancang untuk menghadirkan teknologi AI serupa dengan kacamata pintar Meta AI Glasses, namun dalam format headset yang diklaim lebih nyaman dan praktis.

Berbeda dengan kacamata yang seringkali dianggap kurang pas, Project Motoko mengintegrasikan kamera dan pemrosesan internal langsung ke dalam desain headset gaming. Perangkat ini dilengkapi dengan dua kamera menghadap ke depan, memungkinkan “otak” AI-nya untuk memahami apa yang dilihat pengguna. Selain itu, serangkaian mikrofon dan prosesor Snapdragon disematkan untuk mendukung interaksi asisten AI.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id

Fungsi dan Potensi Project Motoko

Menurut pantauan Mureks, beberapa fungsi yang ditawarkan Project Motoko meliputi kemampuan untuk meringkas halaman teks yang sedang dilihat, membantu mengalahkan bos dalam permainan yang sedang dimainkan di monitor gaming, atau bahkan membantu menyusun resep masakan. Ide dasar untuk mendapatkan pengalaman layaknya Meta AI Glasses dari perangkat yang sudah banyak digunakan orang saat bepergian adalah hal yang menarik.

Meski demikian, beberapa penggunaan yang disarankan, seperti memberikan instruksi untuk memperbaiki pipa bocor atau mengkritik teknik angkat beban, mungkin terdengar kurang relevan untuk sebuah headset gaming. Namun, potensi integrasi AI dalam perangkat sehari-hari tetap menjadi sorotan.

Inovasi AI Razer Lainnya

Project Motoko bukan satu-satunya inovasi AI dari Razer. Perusahaan ini juga sebelumnya memperkenalkan Project AVA, asisten desktop yang mirip dengan speaker Alexa namun dengan sentuhan RGB khas Razer, serta Razer AI Developer Ecosystem. Ini menunjukkan komitmen Razer dalam mengembangkan ekosistem AI yang lebih luas di berbagai produknya.

Mureks