Rabu, 07 Januari 2026 — Razer, produsen perangkat keras gim terkemuka, kembali mencuri perhatian di pameran teknologi Consumer Electronics Show (CES) 2026 dengan memperkenalkan konsep inovatifnya: Project Motoko. Alih-alih kacamata pintar, Razer kini mengusung headphone berkemampuan kecerdasan buatan (AI) sebagai masa depan perangkat wearable AI.
Dalam demonstrasi langsung yang disaksikan oleh tim redaksi Mureks, seorang perwakilan Razer menjelaskan bahwa Project Motoko bukanlah headphone gim biasa. Perangkat konsep ini dilengkapi dengan dua kamera 4K, mikrofon jarak dekat dan jauh, serta AI terintegrasi. Ditenagai oleh cip Qualcomm Snapdragon, Razer masih merahasiakan detail spesifik cip tersebut, mengingat kemungkinan perubahan sebelum produk ini resmi diluncurkan ke pasar.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Keunggulan Headphone AI Dibanding Kacamata Pintar
Razer mengklaim bahwa headphone adalah pilihan yang jauh lebih baik untuk AI on-the-go dibandingkan kacamata pintar. Beberapa alasan utama yang dikemukakan antara lain:
- Daya Tahan Baterai Lebih Lama: Meskipun Razer enggan memberikan spesifikasi baterai resmi, pengujian internal menunjukkan Project Motoko mampu bertahan hingga 36 jam. Angka ini jauh melampaui kacamata Ray-Ban Meta yang hanya bertahan sekitar enam jam dalam sekali pengisian daya.
- Dapat Digunakan Sambil Mengisi Daya: Keunggulan lain adalah kemampuan untuk menggunakan headphone ini saat sedang diisi dayanya, sesuatu yang tidak bisa dilakukan dengan kacamata pintar.
- Rekaman Sudut Pandang yang Lebih Natural: Penempatan kamera di bagian earcup diklaim menawarkan rekaman sudut pandang yang lebih natural. Namun, klaim ini masih diragukan oleh Victoria Song, penulis dari The Verge, karena tergantung pada desain kacamata pintar itu sendiri.
- Privasi Lebih Terjamin: Karena Project Motoko adalah headphone over-the-ear, percakapan dengan asisten AI tidak akan terdengar oleh orang lain, menawarkan privasi yang lebih baik dibandingkan audio open-ear pada kacamata.
Fungsionalitas dan Demonstrasi
Secara fungsional, Project Motoko bekerja mirip dengan kacamata AI. Pengguna dapat mengambil foto dengan menekan tombol, lalu berbicara atau mengajukan pertanyaan kepada asisten AI pilihan mereka. Model demo yang ditampilkan telah dilengkapi dengan ChatGPT.
Dalam demo yang terstruktur, Project Motoko berhasil menerjemahkan menu kafe berbahasa Jepang. Perangkat ini juga dengan tepat mengidentifikasi sebuah tablet sebagai versi miniatur dari Rosetta Stone. Pada satu momen, headphone ini menerjemahkan frasa “One matcha latte, please” ke dalam bahasa Jepang dan mengulanginya dengan pelafalan fonetik yang jelas dan akurat. Razer juga menyebutkan bahwa perangkat ini dapat digunakan untuk meminta rekomendasi resep atau menghasilkan saran latihan.
Beberapa pertanyaan AI dasar dapat diproses secara lokal pada headphone, sementara pertanyaan yang lebih kompleks akan memerlukan koneksi internet dari ponsel atau PC. Mureks mencatat bahwa Razer menjanjikan Project Motoko akan membutuhkan konektivitas minimal, sebuah klaim yang signifikan jika terbukti benar.
Tantangan dan Isu Privasi
Ketika ditanya mengenai privasi, Razer merujuk pada lampu indikator perekaman yang sangat kecil. Victoria Song menyatakan skeptis apakah lampu tersebut akan terlihat jelas di lingkungan terang atau jika pengguna memiliki rambut tebal yang mungkin menghalangi pandangan. Penulis juga mempertanyakan bagaimana rambut tebal dapat menghalangi pandangan kamera, mengingat pengalaman serupa dengan poni yang mengganggu rekaman pada kacamata pintar.
Pengembangan Project Motoko ini disinyalir terinspirasi oleh pengumuman Sam Altman dan Jony Ive tahun lalu, yang menyatakan bahwa OpenAI sedang mengerjakan produk perangkat keras AI misterius yang bukan kacamata, melainkan perangkat tanpa layar seukuran ponsel. Razer sendiri sebelumnya pernah bereksperimen dengan kacamata pintar, namun dengan respons yang kurang memuaskan, sehingga mungkin ini menjadi alasan perusahaan beralih ke konsep headphone.
Meskipun masih berupa produk konsep, Razer tampak cukup yakin bahwa Project Motoko akan benar-benar menjangkau konsumen. Perusahaan menolak menyebutkan perkiraan harga, namun menyatakan bahwa Project Motoko diharapkan tiba di pasaran pada akhir tahun ini.






