Dua lembaga otoritas kebencanaan dan meteorologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), buka suara terkait fenomena dentuman dan kilatan cahaya yang menghebohkan warga di sejumlah kecamatan di kawasan Puncak, Cianjur, Jawa Barat, pada Rabu (7/1).
Kedua lembaga tersebut secara terpisah memastikan bahwa tidak ada aktivitas kegempaan yang tercatat saat peristiwa misterius itu terjadi. Fenomena ini diduga berkaitan dengan aktivitas atmosfer atau bahkan aktivitas manusia.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
Penjelasan PVMBG: Diduga Energi Elektromagnetik
Penyelidik Bumi Utama PVMBG, Supartoyo, menjelaskan bahwa peristiwa dentuman disertai kilatan cahaya tersebut diduga dipicu oleh energi elektromagnetik. “Peristiwa tersebut, diduga berkaitan dengan fenomena atmosfer dan geofisika,” ujar Supartoyo kepada wartawan, Rabu (7/1).
Supartoyo menambahkan bahwa pihaknya belum dapat memastikan pemicu utama fenomena tersebut. “Untuk pemicunya belum tahu, karena tidak ada aktivitas kegempaan yang biasanya memicu peristiwa tersebut,” tegasnya.
BMKG Jabar: Diduga Akibat Aktivitas Manusia
Senada dengan PVMBG, Kepala BMKG Jawa Barat, Teguh Rahayu, juga menyatakan bahwa data BMKG tidak menunjukkan adanya aktivitas kegempaan maupun petir saat dentuman dan kilatan cahaya merah dilaporkan di wilayah Cianjur bagian utara. Menurut Teguh, fenomena tersebut lebih mungkin diakibatkan oleh aktivitas manusia.
“Saat peristiwa itu terjadi, berdasarkan data BMKG tidak terjadi aktivitas kegempaan dan petir. Sementara, diduga akibat aktivitas manusia,” kata Teguh.
BPBD Cianjur Masih Telusuri Sumber
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Iwan Karyadi, mengungkapkan bahwa pihaknya masih terus menelusuri informasi mengenai sumber dentuman dan cahaya yang membuat warga resah di kawasan Puncak. Mureks mencatat bahwa BPBD Cianjur mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada.
“Kami sedang cari info. Sumber dentuman dan cahayanya darimana. Kami harap warga tetap tenang. Tidak boleh panik, tapi tetap waspada,” kata Iwan.
Referensi penulisan: kumparan.com






