Puluhan titik longsor masif telah memutus akses jalan utama menuju Kota Jepara, Jawa Tengah, sejak Jumat (9/1/2026). Bencana alam ini melanda Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, menyebabkan warga terisolasi dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua di beberapa titik.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, mengungkapkan bahwa dampak longsor sangat dirasakan oleh penduduk setempat. “Dampak longsor yang terjadi pada Jumat (9/1) sangat dirasakan oleh warga Desa Tempur karena menutupi satu-satunya akses jalan bagi warga yang hendak menuju daerah lain atau ke kota. Untuk sementara, jalur tersebut baru bisa dilalui sepeda motor,” kata Arwin di Jepara, Sabtu (10/1/2026).
Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Proses pembersihan material longsor telah dilakukan di beberapa lokasi, memungkinkan akses hingga kawasan Kedung Ombo dapat dilalui sepeda motor. Namun, di titik Kedung Ombo, badan jalan sepanjang sekitar 60-70 meter dilaporkan hanyut terbawa arus sungai, menyisakan bahu jalan selebar 50 sentimeter.
“Tersisa bahu jalan sekitar 50 sentimeter lebarnya dan itu dijadikan akses darurat masyarakat. Yang berani masih bisa naik motor dengan sangat hati-hati, sementara pejalan kaki sebagian besar tidak berani melintas,” jelas Arwin.
Selain Kedung Ombo, sejumlah titik longsor lain juga ditemukan sebelum dan sesudah jembatan besi hingga jembatan merah di jalur tikungan. Sebagian besar titik ini kini sudah bisa dilewati sepeda motor, namun BPBD Jepara mengkhawatirkan bahu jalan darurat tersebut kembali tergerus banjir.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah menyiapkan opsi darurat berupa pemasangan perahu yang diikat tali sebagai sarana penyeberangan sementara jika akses darurat rusak. Koordinasi juga dilakukan dengan pemuda setempat dan komunitas motor trail di wilayah Damarwulan untuk mencari jalur alternatif melalui Medono yang tembus ke Dukuh Duplak.
“Jika jalur alternatif tersebut masih memungkinkan untuk dilalui, BPBD akan mengirimkan alat berat guna melakukan perapian dan penanganan darurat,” tambah Arwin.
Catatan Mureks menunjukkan, berdasarkan pendataan BPBD Kabupaten Jepara, total puluhan titik longsor terjadi di Desa Tempur, dengan 18 titik di antaranya tergolong besar. Material longsor menutupi badan jalan dengan panjang bervariasi antara 6 meter hingga lebih dari 100 meter, serta ketebalan 0,5 hingga 2 meter.
Kerusakan serius lainnya meliputi badan jalan yang hilang total akibat tergerus aliran Sungai Kali Gelis, pagar jembatan yang tersapu longsor, hingga perubahan alur sungai yang menggerus permukiman warga.
BPBD Jepara mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan intensitas tinggi, dan membatasi aktivitas melintasi jalur rawan longsor demi keselamatan bersama.



